Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PDIP Soal Pemecatan Kadernya Usai Temui Jokowi: Kita Ngeliat Record-nya Dia...

PDIP Soal Pemecatan Kadernya Usai Temui Jokowi: Kita Ngeliat Record-nya Dia... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Said Abdullah membantah anggapan hingga kabar terkait dengan pemecatan dari Achmad Hidayat. Ia menegaskan sosok itu dipecat dari keanggotaan partai bukan karena bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Said mengatakan ada persoalan lain yang menjadi pertimbangan partai dalam memecat sosok tersebut pada 4 September 2026.

Baca Juga: PDIP Soal Jokowi: Yang Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi

“Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik,” ungkap Said, dikutip Selasa (15/9/2026).

Said juga menyinggung rekam jejak Achmad. Ia menyebut terdapat perbedaan antara pernyataan sosok itu mengenai dukungannya kepada partai dengan tindakan yang dinilai tidak sejalan dengan perhatian partai.

“Achmad Hidayat ini berkoar-koar, kalau kita ngeliat record-nya dia di media sosial dia, dia itu berani mati untuk membela Ibu Mega,” kata Said.

“Tapi, kelakuannya jauh dari apa yang menjadi concern partai dan instruksi Ibu Mega,” lanjutnya.

Achmad sendiri sebelumnya memberikan versi berbeda mengenai kunjungannya ke kediaman Jokowi.

Ia mengatakan pertemuan tersebut dilakukan sekitar Juli 2026. Hal itu dilakukannya setelah dirinya berziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Menurut Achmad, kunjungan itu merupakan inisiatif pribadi dan tidak membawa agenda politik.

“Saya ke rumah beliau itu kurang lebih bulan Juli ya. Hanya jadi silaturahmi, lalu saya posting di Instagram itu. Nah, Bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya. Saya dipanggil oleh DPP,” ujar Achmad.

Ia juga menegaskan saat bertemu mantan presiden itu tidak mengenakan atribut PDIP.

“Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri,” katanya.

Achmad mengaku datang bersama sejumlah rekannya, termasuk kader senior dan pihak swasta. Ia mengatakan pembicaraan dengan politikus itu berlangsung dalam konteks silaturahmi.

Achmad kemudian dipanggil dalam sidang Komite Etik dan Disiplin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di 26 Agustus 2026. Ia mengaku sempat ditanya mengenai isu lain, termasuk dugaan rencana pindah ke PSI.

Namun, rumor tersebut dibantahnya.

“Sampai saat ini belum ada dan tidak ada pembicaraan perihal itu. Kan kami itu hanya silaturahmi biasa. Lah, saya ini loh siapa? Cuma kader biasa, sudah dua tahun digitu-gitukan terus,” jelas Achmad.

Baca Juga: PDIP Tegaskan Sudah Bersimpangan Jalan Secara Politik dengan Jokowi

Achmad mengaku legawa dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan partai terkait selama dirinya menjadi kader, ia menerima keputusan bahwa dirinya dipecat dari PDIP.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar