Kredit Foto: EDGE
PT Indointernet Tbk (EDGE) memperoleh fasilitas pinjaman maksimal US$50 juta atau sekitar Rp885 miliar (Rp17.700 per dolar AS) dari Digital Edge Hong Kong Limited, pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 59,47%.
Fasilitas tersebut diberikan kepada dua anak usaha, yakni Digital Gayana Ekagrata dan Digital Gayana Ekaprana, berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada 11 September 2026.
Corporate Secretary Indointernet, Jennifer Tiurland mengatakan, Digital Gayana Ekagrata mendapat fasilitas hingga US$42,50 juta, sedangkan Digital Gayana Ekaprana sebesar maksimal US$7,50 juta.
"Dana segar itu mengucur deras dari Digital Edge Hong Kong Limited. Digital Edge merupakan pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan 59,47 persen saham perseroan," kata dia dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2026 yang telah direviu akuntan publik, ekuitas EDGE mencapai Rp1,81 triliun. Nilai fasilitas tersebut berada di atas 20% namun tidak melebihi 50% dari total ekuitas perseroan.
Digital Gayana Ekagrata dikenakan bunga Term SOFR plus 2,60% per tahun, sementara Digital Gayana Ekaprana sebesar Term SOFR plus 2,50% per tahun. Kedua fasilitas tidak dijamin agunan khusus.
Baca Juga: Keluarga Hartono Dikabarkan Investasi US$1,4 Miliar di Luar Negeri, Ini Kata Grup Djarum
Baca Juga: Keluarga Hartono Disebut Alihkan Investasi US$1,4 Miliar ke Luar Negeri
Baca Juga: Bos Summarecon Agung Terjaring OTT KPK, Kasus HGB di Bogor Jadi Sorotan
Pinjaman berakhir setelah seluruh kewajiban penerima fasilitas berdasarkan pembiayaan senior dilunasi dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Hak dan kewajiban kedua anak usaha sebagai peminjam juga mengikuti dokumen pembiayaan fasilitas senior dari bank.
Perjanjian tunduk pada hukum Inggris. Setiap sengketa diselesaikan melalui arbitrase di Singapore International Arbitration Centre (SIAC) dengan tiga arbiter di Singapura dan menggunakan bahasa Inggris.
Dananya untuk Data Center
Dana dari Digital Edge akan digunakan untuk membiayai proyek pengembangan pusat data (data center) oleh kedua anak usaha EDGE. Fasilitas ini sekaligus menambah liabilitas kepada pihak berelasi berupa pinjaman dari Digital Edge.
Dia menyatakan pembiayaan tersebut memberikan fleksibilitas sumber pendanaan bagi kedua anak usaha.
Perseroan memastikan transaksi tidak berdampak material negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: