Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bisnis Daging Jadi Sumber Utama Pendapatan, TGUK Lanjutkan MTO

Bisnis Daging Jadi Sumber Utama Pendapatan, TGUK Lanjutkan MTO Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) melanjutkan penguatan dengan bergerak di kisaran Rp98-Rp100 per saham pada perdagangan Rabu (16/9). Sepanjang perdagangan, saham TGUK bertahan di level tertingginya.

Penguatan tersebut berlangsung ketika perseroan melanjutkan proses pengambilalihan yang akan memasuki tahapan Mandatory Tender Offer (MTO).

Direktur Utama TGUK Agus Suhada mengatakan, kelanjutan MTO merupakan bagian dari rangkaian proses pengambilalihan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik. Perseroan bersama pihak terkait melanjutkan proses tersebut sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.

“Kelanjutan proses Mandatory Tender Offer merupakan bagian penting dari rangkaian proses pengambilalihan TGUK yang sebelumnya telah kami sampaikan kepada publik. Perseroan bersama pihak-pihak terkait terus melanjutkan proses tersebut sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Agus, Rabu (16/9).

Rencana melanjutkan MTO sebelumnya disampaikan TGUK melalui surat Nomor 214/PWN/DIR/IX/2026 tertanggal 3 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam surat tersebut, MTO disebut sebagai bagian dari keseluruhan proses pengambilalihan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dan sempat mengalami penundaan pada 2025.

Di tengah proses korporasi tersebut, TGUK juga melanjutkan pengembangan bisnis perdagangan daging beku yang mulai dioperasikan pada akhir 2025.

Perubahan bisnis tersebut tercermin dalam struktur pendapatan perseroan. Pada kuartal I 2026, perdagangan daging menyumbang sekitar Rp200,7 miliar atau 99,6 persen dari total pendapatan TGUK. Sementara lini makanan dan minuman memberikan kontribusi sekitar Rp0,7 miliar atau 0,4 persen.

Bisnis perdagangan daging TGUK mencakup distribusi frozen meat dengan pengelolaan rantai pasok, ketersediaan produk, cold chain, jaringan pemasok, serta jaringan distribusi.

Perseroan juga menyiapkan pengembangan jaringan distribusi dan basis pelanggan serta konsep Toko Daging Platinum. Konsep tersebut mengintegrasikan perdagangan daging beku, frozen processed food, serta bisnis makanan dan minuman.

Menurut Agus, proses korporasi dan pengembangan bisnis berjalan secara bersamaan.

“Bagi kami, proses korporasi dan pengembangan bisnis merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Karena itu, selain memastikan setiap tahapan MTO berjalan sesuai ketentuan, kami juga terus memperkuat bisnis yang saat ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Perseroan,” katanya.

Penguatan bisnis tersebut mulai tercermin dalam kinerja keuangan semester I 2026. TGUK membukukan penjualan Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar. Kinerja tersebut berbalik dari rugi bersih Rp8,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Agus mengatakan perseroan akan menjaga momentum pertumbuhan tersebut dengan melanjutkan penguatan fundamental usaha, memperluas distribusi, dan mengembangkan bisnis perdagangan daging.

Baca Juga: Presdir Summarecon Agung Terjaring OTT KPK, Saham SMRA Rontok

“Kami melihat momentum pertumbuhan yang mulai terbentuk ini harus dijaga. Kelanjutan MTO akan berjalan seiring dengan upaya memperkuat fundamental usaha, memperluas distribusi, dan mengembangkan bisnis yang telah menjadi sumber utama pendapatan Perseroan,” ujar Agus.

Sebelumnya, TGUK juga telah menyampaikan perkembangan proses pengambilalihan kepada publik, antara lain melalui Paparan Publik pada 10 Juni 2026. Perseroan menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan proses korporasi kepada BEI, OJK, dan publik sesuai tahapan serta ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, kelanjutan MTO berlangsung bersamaan dengan perubahan struktur bisnis TGUK. Perseroan kini tengah memperkuat bisnis perdagangan daging yang telah menjadi sumber utama pendapatan sekaligus berkontribusi terhadap perbaikan kinerja laba pada semester I 2026.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Amry Nur Hidayat