Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Tembus Lagi 6.500, Naik 0,73% di Awal Perdagangan

IHSG Tembus Lagi 6.500, Naik 0,73% di Awal Perdagangan Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan Jumat (18/9/2026). Berdasarkan data perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.509,887, naik 47,456 poin atau 0,73%.

IHSG dibuka di level 6.512,569. Pada awal perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.506,722-6.521,021, sekaligus kembali menembus level psikologis 6.500.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 578,999 juta saham, dengan nilai transaksi (turnover) Rp355,988 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 50.165 kali.

Sebanyak 264 saham menguat, 124 saham melemah, dan 252 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp11.399,639 triliun.

IHSG Terdorong oleh The Fed

Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas M Nafan Aji Gusta melihat sentimen perdagangan IHSG pada Jumat (18/9/2026) cenderung positif. 

Salah satu penopangnya adalah aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) pada perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp152,69 miliar.

Asal tahu saja, perdagangan IHSG ditutup menguat 0,40% ke level 6.462,43 pada Kamis (17/9/2026).

"Pelaku pasar mulai dapat mencerna dan merespons arah kebijakan moneter The Fed dengan lebih baik," kata dia dalam riset hariannya.

Setelah The Fed menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, pasar sempat dibayangi kekhawatiran akibat sinyal kebijakan yang dinilai ketat (hawkish) serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh terkait tingginya inflasi.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas di Level 6.420-6.540

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Sentimen The Fed Mulai Jadi Penopang

Namun, ketidakpastian tersebut mulai mereda. Nafan menilai pelaku pasar melihat langkah tegas The Fed dapat memperkuat kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa menekan pertumbuhan ekonomi secara drastis.

“Namun, ketidakpastian tersebut memudar sebab para pelaku pasar menilai tindakan tegas The Fed justru membangun kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis, sehingga mendorong market euphoria,” ujar Nafan.

Untuk perdagangan Jumat, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan area support di level 6.371 dan 6.290. Sementara itu, area resistance berada di level 6.566 dan 6.636.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan