Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nusron Wahid Akui Sudah Lama Out sebagai Pengurus Golkar: Alasannya Tanya Bahlil

Nusron Wahid Akui Sudah Lama Out sebagai Pengurus Golkar: Alasannya Tanya Bahlil Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya buka suara soal statusnya di kepengurusan Partai Golkar.

Nusron mengakui dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari jajaran pengurus DPP Golkar, tetapi menyebut keputusan tersebut bukan sesuatu yang baru karena sudah dibicarakan sejak lama dengan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia. 

Pengakuan itu disampaikan Nusron kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (21/9/2026). Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai alasan dirinya mundur dari kepengurusan partai, Nusron memilih tidak memberikan penjelasan.

Baca Juga: Suahasil Bicara Nasib Pejabat Kemenkeu yang Dilantik Purbaya

“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu,” kata Nusron kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (21/9/2026).

Saat didesak mengenai alasan pengunduran dirinya, Nusron hanya diam dan enggan menjawab. Ia justru meminta agar persoalan tersebut ditanyakan langsung kepada Bahlil. 

“Tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,” ujar Nusron.

Sebelumnya, kabar Nusron sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Golkar lebih dulu disampaikan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia. 

Baca Juga: AHY dan Gibran Berbeda Meski Sama-sama Anak Presiden: Satu Lewat Tangga, Satunya Pakai Lift

"Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu," kata Doli kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji juga membenarkan bahwa Nusron sudah tidak berada dalam struktur kepengurusan DPP. Menurutnya, Nusron bahkan menyampaikan langsung keinginannya untuk mundur kepada Bahlil.

"Ya. Sudah lama, seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum,” kata Sarmuji.

Meski demikian, Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron memilih meninggalkan kepengurusan DPP Golkar. Ia hanya menduga keputusan tersebut berkaitan dengan keinginan Nusron untuk fokus pada hal lain.

“Saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin ingin fokus ke hal lain,” ujar Sarmuji.

Terlepas dari posisinya di struktur DPP, Nusron disebut masih berstatus sebagai kader Partai Golkar. Sebelumnya, ia merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar periode 2024-2029 dengan jabatan Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: