Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPJPH Dorong Kemitraan Global, ANINDYA Siap Verifikasi Produk Halal di Luar Negeri

BPJPH Dorong Kemitraan Global, ANINDYA Siap Verifikasi Produk Halal di Luar Negeri Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengapresiasi keikutsertaan PT Anindya Wiraputra Konsult (ANINDYA) dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026.

Forum internasional yang mengusung tema “Bridging Bridges: Connecting Nations & Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy” tersebut menjadi ruang pertemuan pemangku kepentingan industri halal dari berbagai negara.

H20 2026 yang digelar BPJPH di Trans Hotel Jakarta dihadiri sekitar 450 peserta dari 48 negara. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, lembaga pemastian halal, pelaku usaha, serta mitra internasional untuk membahas kerja sama dalam perdagangan dan ekonomi halal global.

Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Fertiana Santy menilai keikutsertaan lembaga mitra seperti ANINDYA dapat mendukung penguatan kerja sama dan pengembangan ekosistem jaminan produk halal.

Menurut Fertiana, kemitraan antara BPJPH dan lembaga mitra diperlukan untuk membangun sistem jaminan produk halal yang lebih komprehensif.

Sementara itu, Manajer Lembaga Pemastian Produk Halal Luar Negeri (LPPH) ANINDYA Muchdy Lubis mengatakan ANINDYA telah ditunjuk sebagai badan pelaksana verifikasi produk halal di luar negeri.

Kesiapan tersebut didukung keberadaan sejumlah cabang ANINDYA di luar negeri dan jaringan afiliasi yang tersebar di lebih dari 70 negara. ANINDYA juga memiliki pengalaman sejak 2019 dalam bidang terkait.

Menurut Muchdy, keikutsertaan dalam H20 2026 menjadi kesempatan bagi ANINDYA untuk memperkenalkan kesiapan pelaksanaan verifikasi produk halal kepada pemangku kepentingan internasional.

Ia juga menilai proses pemastian produk halal tidak harus menjadi hambatan bagi arus barang impor selama dilaksanakan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

ANINDYA menyatakan telah menyiapkan aspek dokumentasi untuk mendukung pelaksanaan verifikasi. Kerja sama dengan eksportir di luar negeri juga disebut berjalan secara kooperatif.

Apresiasi terhadap keterlibatan ANINDYA turut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Jaminan Produk Halal BPJPH Indrayani. Ia menilai partisipasi tersebut terlihat dari dukungan personel dan kebutuhan kegiatan yang disiapkan ANINDYA selama H20 2026.

Baca Juga: Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kepala BPJPH: Sejarah di Era Presiden Prabowo

Keterlibatan tersebut dinilai turut mendukung pelaksanaan H20 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring halal internasional.

ANINDYA sendiri berdiri di Bandung pada Agustus 1982 sebagai perusahaan survei independen. Perusahaan tersebut memberikan layanan pengawasan kualitas dan kuantitas untuk industri batu bara dan mineral, minyak dan gas, serta survei kapal laut.

ANINDYA juga memiliki izin dari Dirjen Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan untuk melakukan verifikasi barang impor pada sejumlah komoditas. Selain jaringan kantor dan laboratorium di Indonesia, perusahaan tersebut memiliki kantor di China, India, Singapura, Bangladesh, dan Vietnam.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat