Curhat Guru Viral Protes Disuruh 'Endus' MBG: Kita Mau Ngajar, Bukan Jadi Anjing Pelacak
Kredit Foto: Dokumentasi BGN
Video seorang guru yang mempersoalkan keterlibatan guru dalam pemeriksaan Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, guru yang mengenakan pakaian dinas ASN mempertanyakan kewajiban mengecek makanan sebelum diberikan kepada siswa.
Ia memperlihatkan sejumlah ompreng MBG sambil menggambarkan banyaknya makanan yang harus diperiksa jika seluruh menu harus dicek satu per satu.
“Ada yang bilang, ini MBG harus dicium-cium dulu, diendus-endus dulu katanya,” kata guru tersebut, dikutip Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, tugas tersebut berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia menilai guru seharusnya dapat berkonsentrasi menjalankan tugas utama sebagai pendidik.
“Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang,” ucapnya.
“Ini berapa biji ini, kita mau ngajar bukan mau jadi tukang endus-endus MBG. Enggak ngajar dong kalau kayak gini,” lanjutnya.
Video tersebut kemudian memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana guru perlu terlibat dalam pengawasan makanan MBG. Namun, dari bahan yang tersedia, belum ada kepastian mengenai konteks lengkap perekaman video tersebut maupun apakah rekaman itu asli atau telah dimanipulasi menggunakan AI.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memang meminta adanya keterlibatan pihak sekolah dalam memastikan makanan MBG aman sebelum dikonsumsi siswa. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan guru yang makan bersama siswa dapat melakukan pengecekan terhadap kondisi makanan.
Pengecekan tersebut antara lain melihat kondisi makanan dan mencium apakah terdapat indikasi makanan basi atau tidak layak. Jika ditemukan kondisi yang dinilai tidak aman, makanan diminta untuk tidak dikonsumsi.
BGN juga menjelaskan bahwa pemeriksaan makanan sebenarnya dilakukan secara berlapis. Sebelum sampai ke siswa, makanan telah melalui pengecekan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kemudian diperiksa kembali oleh pihak yang bertanggung jawab di sekolah.
Baca Juga: BGN Soal Sekolah Menolak MBG: Kita Harus Arif, Ini Bukan Soal Suka atau Tidak Suka
Sudaryono sebelumnya menegaskan bahwa keterlibatan guru bukan semata-mata untuk menjadi pemeriksa makanan. Guru juga diharapkan makan bersama siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai kebersihan, antrean, adab makan, serta pemahaman gizi.
Dengan demikian, polemik video tersebut memperlihatkan adanya perbedaan sudut pandang mengenai pelaksanaan pengawasan MBG di sekolah. Di satu sisi terdapat guru yang mempertanyakan beban tambahan pemeriksaan makanan, sementara BGN menempatkan pengecekan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: