Kredit Foto: Beritajakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya keselamatan, integrasi antarmoda, dan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan transportasi publik untuk mendukung mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi di Ibu Kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan transportasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi.
“Transportasi bukan sekadar urusan penyediaan kendaraan dan infrastruktur fisik, melainkan penghubung utama masyarakat dengan sekolah, rumah sakit, tempat kerja, pasar, serta pusat-pusat perekonomian,” kata Rano saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Menurut Rano, pengembangan transportasi publik Jakarta perlu memastikan perpindahan antarwilayah dan antarmoda berlangsung semakin mudah. Integrasi layanan dinilai penting untuk menciptakan perjalanan yang efisien sekaligus meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.
“Untuk kota seperti Jakarta, transportasi publik harus semakin layak, menarik, dan terintegrasi secara menyeluruh. Integrasi antarmoda sangat penting agar mobilitas warga dari satu titik ke titik lainnya dapat berlangsung semakin mudah, cepat, dan efisien,” ujarnya.
Rano juga menekankan aspek keselamatan sebagai dasar dalam pengelolaan transportasi. Menurutnya, keselamatan tidak cukup hanya menjadi bagian dari prosedur administratif, tetapi harus diterapkan dalam pelayanan dan operasional sehari-hari.
“Hari Perhubungan Nasional tahun ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah hal yang paling utama. Keselamatan tidak boleh berhenti pada prosedur administratif semata, tetapi harus benar-benar hidup dalam pelayanan dan operasional transportasi sehari-hari,” ujarnya.
Selain keselamatan dan integrasi, Rano mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan transportasi. Menurutnya, transformasi digital harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung, terutama dalam pengawasan operasional, keselamatan perjalanan, kepatuhan pengguna jalan, dan kualitas pelayanan.
“Transformasi digital harus menghasilkan manfaat yang konkret dan nyata di lapangan. Teknologi harus mampu membuat pengawasan transportasi lebih efektif, perjalanan semakin aman, kepatuhan meningkat, dan sistem pelayanan publik bertambah tertib,” katanya.
Dalam momentum Harhubnas 2026 yang juga diisi dengan Bulan Keselamatan Transportasi, Rano meminta keselamatan menjadi budaya kerja operator dan petugas sekaligus kebiasaan masyarakat pengguna transportasi.
Baca Juga: Rano Karno Sebut Musuh Jakarta Kini Kemiskinan dan Ketimpangan
“September telah dicanangkan sebagai Bulan Keselamatan Transportasi bagi kita bersama. Momentum ini harus menjadi fondasi awal untuk memperkuat budaya keselamatan sepanjang tahun, baik bagi operator, petugas, maupun masyarakat pengguna jasa transportasi,” pungkasnya.
Harhubnas 2026 mengusung tema nasional “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”. Tema tersebut menekankan aspek keselamatan, konektivitas, dan peningkatan kualitas pelayanan transportasi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: