Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Limbah Penggilingan Padi Jadi Energi, SIG Serap 400 Ton per Hari

Limbah Penggilingan Padi Jadi Energi, SIG Serap 400 Ton per Hari Kredit Foto: SIG
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen di Pabrik Tuban, Jawa Timur. Penggunaan sekam padi menjadi yang terbesar dengan konsumsi mencapai 400 ton per hari.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan penggunaan biomassa merupakan bagian dari Sustainability Roadmap SIG 2030 untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan emisi dalam proses produksi semen.

Selain sekam padi, SIG Pabrik Tuban menggunakan sejumlah jenis biomassa lain, seperti cocopeat atau serbuk halus dari sabut kelapa, bonggol jagung, serbuk gergaji, dan ampas tebu.

“Penggunaan biomassa membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk meningkatkan keandalan operasi dan memperkuat inisiatif semen hijau yang rendah emisi. Di saat yang bersamaan, langkah strategis ini turut menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan perusahaan penggilingan padi,” kata Indrieffouny dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

Sekam padi yang digunakan SIG Pabrik Tuban dipasok dari petani dan 10 perusahaan penggilingan padi yang berada di Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Rembang.

Salah satu pemasoknya adalah PT Pionir Nusantara Sukses. Direktur Pionir Nusantara Sukses Irsan Yanuardi mengatakan perusahaannya memasok sekitar 2.500–3.000 ton sekam padi per bulan ke SIG Pabrik Tuban.

Bahan baku tersebut mayoritas diperoleh dari pengepul di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. Sebagian lainnya diperoleh langsung dari petani.

Sejak awal 2025 hingga September 2026, total sekam padi yang telah dipasok Pionir Nusantara Sukses ke SIG Pabrik Tuban mencapai sekitar 20.000 ton.

Baca Juga: Industri Semen Makin Ketat, SIG Perkuat Fondasi GCG

Baca Juga: SIG Pangkas Emisi Semen hingga 38%, Bahan Bangunan Hijau Makin Digenjot

Baca Juga: Pendapatan SIG Naik 13,1%, Penjualan Semen Tembus 18,28 Juta Ton

Menurut Irsan, pendapatan dari usaha pengumpulan dan pemasokan sekam padi secara rata-rata cenderung meningkat. Namun, pendapatan masih dapat berfluktuasi akibat faktor cuaca yang memengaruhi kualitas dan ketersediaan sekam.

“Karena koordinasinya berjalan baik, mulai dari penerimaan sampai pembayaran yang terbilang lancar. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut terus,” ujar Irsan.

Penggunaan sekam padi sebagai bahan bakar alternatif dengan demikian tidak hanya menjadi bagian dari upaya SIG mengurangi penggunaan energi fosil, tetapi juga menciptakan permintaan terhadap limbah hasil penggilingan padi yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi lebih terbatas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri