Kredit Foto: SIG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat praktik tata kelola perusahaan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan bisnis di tengah kondisi overcapacity dan persaingan industri semen yang semakin ketat.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan perusahaan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap tahapan operasional bisnis. Menurutnya, tata kelola menjadi salah satu fondasi bagi perusahaan untuk menghadapi dinamika industri dan ekonomi.
”SIG menerapkan praktik GCG di setiap tahapan kegiatan operasi sehingga lebih resilience menghadapi tantangan industri dan situasi ekonomi yang dinamis. Ini dibuktikan dengan kemampuan Perusahaan mencatatkan pertumbuhan kinerja dan menjaga profitabilitas di tengah situasi overcapacity yang membuat persaingan bisnis di industri semen semakin ketat,” kata Indrieffouny Indra.
Dalam penerapannya, SIG berpegang pada lima prinsip GCG, yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.
Untuk memastikan prinsip tersebut berjalan secara terstruktur, SIG memiliki Komite Keberlanjutan yang dibentuk sejak 2021. Komite ini bertugas memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan dan mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.
SIG juga menerapkan kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) untuk mendukung identifikasi, pengelolaan, dan mitigasi risiko serta peluang terkait perubahan iklim. Kerangka tersebut sekaligus digunakan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi perusahaan dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui pengukuran kualitas GCG secara berkala. SIG menggunakan sejumlah acuan, termasuk ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta regulasi terkait lainnya.
Pada 2025, SIG mencatat skor GCG sebesar 102,67 dengan predikat Leadership in Corporate Governance dalam penilaian yang diselenggarakan The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
SIG juga memperoleh penghargaan sebagai Best State-Owned Enterprise dalam penilaian tersebut.
Indrieffouny mengatakan berbagai pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga praktik tata kelola yang selaras dengan standar internasional.
”Semua pencapaian yang berhasil diraih oleh SIG merefleksikan komitmen kuat Perusahaan dalam praktik GCG yang selaras dengan standar internasional ACGS. SIG berkomitmen untuk terus melanjutkan praktik GCG untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Indrieffouny.
Baca Juga: SIG Pangkas Emisi Semen hingga 38%, Bahan Bangunan Hijau Makin Digenjot
Baca Juga: Pendapatan SIG Naik 13,1%, Penjualan Semen Tembus 18,28 Juta Ton
Baca Juga: SIG Pertahankan Peringkat idAAA dari Pefindo, Prospek Pasar Tetap Kuat
Upaya tersebut turut mendapat pengakuan melalui penghargaan Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola sektor Material Konstruksi. Penghargaan diberikan dalam rangkaian Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Penghargaan diterima ESG Project Management Senior Manager SIG Arif Kurniawan dari Co-founder & Chief Content Officer Katadata Heri Susanto.
KESGI Award 2026 diberikan berdasarkan penilaian ESG scoring yang mengacu pada informasi dan dokumen ESG yang dipublikasikan perusahaan, mencakup aspek lingkungan, sosial, tata kelola, serta implementasi praktik keberlanjutan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: