Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bridgestone Garap Pasar Ban di Luar Pusat Kota, Ini Strateginya

Bridgestone Garap Pasar Ban di Luar Pusat Kota, Ini Strateginya Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar ban kendaraan di Indonesia tidak hanya bertumpu pada konsumen di pusat kota. Perkembangan kawasan suburban dan munculnya kantong-kantong ekonomi baru membuat kebutuhan ban ikut bergeser ke wilayah di luar pusat perkotaan.

Peluang tersebut ingin dimanfaatkan PT Bridgestone Tire Indonesia melalui merek Dayton. Ban yang sebelumnya belum menjadi bagian dari portofolio Bridgestone di Indonesia itu disiapkan untuk menjangkau konsumen di kota-kota yang sedang berkembang.

Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan perkembangan kawasan perkotaan membuat pasar ban di Indonesia masih memiliki ruang untuk diperluas, terutama di wilayah suburban.

"Kalau kita lihat kembali pasar Indonesia sebenarnya kalau kita katakan dalam kota dan luar kota itu kan masih banyak. Bahkan kalau kita katakan mengenai pertumbuhan ekonomi tetap pasti di semua negara di situasi pasti ada yang disebut urban dan suburban areas," kata Mukiat saat peluncuran Dayton di Bandar Djakarta PIK 2, Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, selama ini Bridgestone lebih banyak menyasar pasar di wilayah inner city maupun segmen tertentu di outer areas. Kehadiran Dayton diharapkan dapat memperlebar cakupan tersebut.

"Dan dengan adanya Dayton ini kita ingin menaikkan kesempatan untuk lebih memperluas cakupan kita terutama di kota-kota yang sedang berkembang," ujarnya.

Selain faktor wilayah, Bridgestone melihat peluang dari struktur konsumen. Mukiat mengatakan kelompok masyarakat kelas menengah bawah masih memiliki porsi besar di Indonesia dan menjadi salah satu segmen yang ingin dijangkau Dayton.

"Tapi kalau kita lihat sosial status dari market di sini kan sebenarnya middle-down itu masih lebih besar dibandingkan middle-up. Jadi tentunya di dalam middle-down ini apakah itu market yang jelek? Tidak. Karena dengan seiringnya waktu ini pasti akan berkembang, dan middle-down ini yang sedang kita targetkan," tuturnya.

Baca Juga: Heboh Impor Raw Sugar 150.000 Ton, Kemenperin Buka Suara

Baca Juga: Kemenperin Siapkan Reimbursement hingga Rp1 Miliar untuk Modernisasi Mesin Industri Agro

Dengan positioning tersebut, Dayton disiapkan untuk memperluas jangkauan Bridgestone ke wilayah dan konsumen yang selama ini bukan menjadi fokus utama perusahaan.

Untuk tahap awal, kebutuhan pasar Indonesia masih akan dipenuhi melalui produk impor. Dayton direncanakan masuk ke Indonesia secara impor sepanjang semester kedua 2026.

Langkah tersebut hanya bersifat sementara. Bridgestone menargetkan produksi Dayton di dalam negeri mulai akhir 2026 atau awal 2027 dengan memanfaatkan fasilitas manufaktur yang sudah dimiliki perusahaan.

"Tahun 2026 second half ini, semester kedua ini kita masih impor. Tapi starting bulan Desember atau paling lambat mungkin sekitar Januari 2027 kita sudah mulai produksi Dayton ini dari pabrik kami," ujar Mukiat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan