Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Hanya Keterampilan, Penggunaan Alat yang Tepat Juga Menjadi Bagian dari Standar Kerja di Industri

Bukan Hanya Keterampilan, Penggunaan Alat yang Tepat Juga Menjadi Bagian dari Standar Kerja di Industri Kredit Foto: Istimewa

Tiga Alat Ukur untuk Tantangan Kerja yang Berbeda

Dalam pekerjaan kelistrikan, teknisi kerap berhadapan dengan ruang kerja terbatas, pencahayaan yang berubah, hingga instalasi yang rumit. Dalam kondisi seperti itu, alat ukur harus mampu memberikan hasil secara cepat dan akurat.

GMC 600-15 Professional Clamp Meter digunakan untuk pengukuran arus, sementara GFM 1000-15 Professional Fork Meter memiliki desain garpu terbuka yang membantu pengukuran pada panel dengan susunan kabel padat tanpa perlu memutus sirkuit.

Sementara itu, GDM 600-15 Professional Digital Multimeter digunakan untuk kebutuhan pengujian yang lebih beragam. Perangkat ini dilengkapi perlindungan IP65 dan telah melewati uji jatuh dari ketinggian dua meter. Ketiga perangkat dilengkapi layar untuk membantu pembacaan hasil pengukuran dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Country Business Director Bosch Power Tools Indonesia, Edwin Irawan, mengatakan pemilihan peralatan yang sesuai menjadi bagian penting dari pekerjaan teknisi. “Teknisi listrik di lapangan sering kali menghadapi instalasi beragam dan tenggat waktu yang ketat. Mengandalkan peralatan yang aman dan sesuai standar keselamatan menjadi cara untuk menjaga efisiensi sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan,” ujar Edwin.

Keselamatan Kerja dalam Pekerjaan Kelistrikan

Dalam pekerjaan kelistrikan, ketepatan pengukuran tidak dapat dipisahkan dari keselamatan. International Labour Organization mencatat sekitar tiga juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit terkait pekerjaan. Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan juga mensyaratkan instalasi yang aman, andal, serta melindungi manusia dan lingkungan dari risiko kelistrikan.

Keselamatan juga bergantung pada cara alat digunakan. Teknisi perlu memilih perangkat yang sesuai, memeriksa kondisinya sebelum digunakan, memahami batas penggunaan, mengikuti prosedur kerja, serta memakai perlengkapan pelindung yang tepat.

Pakar K3 bidang listrik sekaligus dosen kelistrikan Politeknik Negeri Jakarta, A. Damar Aji, mengatakan kompetensi tenaga kelistrikan mencakup keterampilan, sikap kerja, dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi yang berbeda. “Dari sisi pengguna, alat yang aman juga harus tangguh dan nyaman digunakan. Ketahanan terhadap debu, air, dan benturan serta desain yang ergonomis membantu mengurangi risiko kerja tanpa mengorbankan kualitas dan produktivitas,” kata Damar.

Hal itu menjadi semakin penting ketika teknisi harus bekerja pada sistem bertegangan atau instalasi yang tidak dapat dimatikan. Dalam kondisi seperti itu, Damar menambahkan bahwa ketepatan pengukuran harus berjalan bersama prosedur K3 dan penggunaan alat yang sesuai.

Di tengah perubahan teknologi yang cepat, pengalaman praktik dapat membantu memperkecil jarak antara kampus dan dunia kerja. Sebab, teknologi baru hanya akan berguna jika tenaga kerja mampu menggunakannya dengan tepat dan aman.

Bagi Bosch, pendekatan tersebut juga sejalan dengan semangat Beres, Bosch, yakni menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan pengguna dalam pekerjaan sehari-hari. Pada Bosch Power Tools, semangat itu diterjemahkan melalui pengembangan alat yang mengutamakan ketepatan, kemudahan penggunaan, ketahanan, dan keselamatan untuk mendukung pekerjaan yang lebih efisien.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: