Kredit Foto: Unsplash/Muhammad Asyfaul
Meta Platforms menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia karena mengelola Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Sehingga banyak investor indonesia yang mengincar saham ini, menariknya melalui tokenized stocks maka investor bisa membelinya dengan mudah.
Salah satu aplikasi yang menyediakan tokenized stocks adalah Pintu. Bahkan kamu bisa membeli saham tersebut dengan harga yang murah. Dengan harga fraksional maka kamu tidak harus membeli saham dengan harga penuh.
Sebelum melakukan pembelian tentunya kamu harus mempelajari apa itu Meta? Perusahaan yang mengoperasikan Facebook, Instagram, Messenger, WhatsApp, dan berbagai produk teknologi lainnya. Karena itu, bisnis Meta tidak hanya bergantung pada satu platform, tetapi mencakup ekosistem digital yang saling terhubung.
Saham Meta diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker META. Perusahaan menggunakan struktur saham dual-class, sehingga saham Class A yang diperdagangkan publik memiliki hak suara yang berbeda dengan Class B.
Struktur tersebut membuat investor perlu memahami karakteristik saham sebelum melakukan transaksi. Selain itu, Meta mencatat bahwa struktur dual-class membatasi kemampuan pemegang saham Class A untuk mempengaruhi keputusan korporasi.
Apakah saham Meta masih cocok hingga saat ini? Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh, diantaranya adalah:
1. Mendapatkan Eksposur terhadap Bisnis Iklan Digital Global
Manfaat pertama yang dapat diperoleh investor adalah eksposur terhadap bisnis iklan digital dalam skala global. Meta mengoperasikan beberapa platform dengan jumlah pengguna yang besar, sehingga perusahaan dapat menyediakan ruang bagi pengiklan untuk menjangkau konsumen melalui Facebook, Instagram, Messenger, dan produk lainnya.
Model bisnis tersebut membuat Meta memperoleh sebagian besar pendapatannya dari penjualan iklan. Karena perusahaan memiliki berbagai platform, Meta dapat mengintegrasikan teknologi periklanan dan sistem pengukuran untuk membantu pengiklan menjangkau audiens yang relevan.
Namun, investor perlu memahami bahwa ketergantungan terhadap iklan juga membawa risiko. Meta sendiri menyebut kehilangan pengiklan atau penurunan belanja pemasaran dapat memengaruhi pendapatan dan kinerja keuangan perusahaan. Karena itu, kekuatan bisnis iklan menjadi manfaat dari sisi eksposur, tetapi sekaligus menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.
2. Memiliki Eksposur terhadap Pertumbuhan AI
Manfaat kedua berkaitan dengan investasi Meta pada kecerdasan buatan. Meta menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan, termasuk rekomendasi konten, sistem periklanan, keamanan platform, serta pengembangan produk baru.
AI juga dapat membantu Meta meningkatkan efektivitas iklan. Ketika sistem mampu memahami preferensi pengguna dan mencocokkan iklan dengan audiens yang relevan, pengiklan berpotensi memperoleh nilai lebih besar dari kampanye mereka
Selain itu, Meta terus meningkatkan infrastruktur komputasi untuk mendukung pengembangan AI. Perusahaan menyatakan akan terus meningkatkan investasi pada infrastruktur dan inisiatif AI. Karena itu, investor yang membeli saham META memperoleh eksposur terhadap strategi AI perusahaan.
Namun, investasi AI membutuhkan modal yang sangat besar. Meta melaporkan belanja modal, termasuk pembayaran pokok sewa pembiayaan, mencapai US$72,22 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan skala investasi infrastruktur yang diperlukan perusahaan untuk mendukung bisnisnya.
3. Diversifikasi Bisnis melalui WhatsApp dan Reality Labs
Manfaat ketiga berasal dari diversifikasi produk. Meta tidak hanya mengandalkan Facebook karena perusahaan juga mengoperasikan Instagram, Messenger, dan WhatsApp.
WhatsApp, misalnya, memberikan peluang bagi Meta untuk mengembangkan layanan bisnis dan komunikasi. Perusahaan dapat mengembangkan fitur yang membantu bisnis berinteraksi dengan pelanggan, sehingga platform tersebut memiliki peluang monetisasi selain sekadar layanan pesan.
Sementara itu, Reality Labs menjadi bagian dari strategi Meta untuk mengembangkan perangkat dan pengalaman virtual serta augmented reality.
Walaupun segmen ini masih membutuhkan investasi besar dan belum menjadi sumber pendapatan sebesar bisnis iklan, keberadaannya memberikan opsi pertumbuhan jangka panjang.
Diversifikasi tersebut dapat memberikan peluang ketika perusahaan berhasil mengembangkan sumber pendapatan baru. Namun, investor juga perlu memahami bahwa tidak semua proyek baru akan menghasilkan keuntungan dan beberapa proyek dapat membutuhkan investasi besar dalam waktu panjang.
4. Kemampuan Menghasilkan Arus Kas yang Besar
Manfaat berikutnya adalah kemampuan Meta menghasilkan arus kas dari operasi. Arus kas menjadi indikator penting karena menunjukkan kemampuan bisnis menghasilkan dana dari aktivitas operasional setelah memperhitungkan kebutuhan investasi tertentu.
Pada 2025, Meta mencatat arus kas dari aktivitas operasi sebesar US$115,80 miliar. Setelah memperhitungkan pembelian properti dan peralatan serta pembayaran pokok sewa pembiayaan, perusahaan melaporkan free cash flow sebesar US$43,59 miliar.
Arus kas yang besar memberikan fleksibilitas kepada perusahaan untuk mendanai pengembangan produk, membangun infrastruktur, melakukan investasi teknologi, serta mengembalikan modal kepada pemegang saham.
Meta juga melakukan pembelian kembali saham. Pada 2025, perusahaan membeli kembali saham Class A senilai sekitar US$26,26 miliar dan membayar dividen serta dividen ekuivalen sekitar US$5,32 miliar.
Meskipun demikian, investor perlu membedakan arus kas historis dengan hasil investasi di masa depan. Arus kas yang kuat tidak menjamin harga saham akan selalu meningkat karena harga saham tetap dipengaruhi ekspektasi pasar dan berbagai faktor eksternal.
5. Mendapatkan Eksposur terhadap Ekosistem Teknologi yang Luas
Manfaat lainnya adalah eksposur terhadap beberapa tren teknologi sekaligus. Ketika investor membeli saham META, investor tidak hanya mendapatkan eksposur terhadap Facebook atau Instagram, tetapi juga terhadap WhatsApp, Messenger, AI, dan Reality Labs.
Diversifikasi produk tersebut memberikan Meta beberapa jalur untuk mengembangkan bisnis. Misalnya, perusahaan dapat meningkatkan monetisasi iklan, mengembangkan layanan bisnis melalui WhatsApp, meningkatkan rekomendasi konten dengan AI, serta membangun produk perangkat keras melalui Reality Labs.
Meta juga memiliki skala global sehingga perusahaan menjalankan bisnis di berbagai wilayah. Dengan demikian, kinerja perusahaan tidak hanya bergantung pada satu pasar nasional.
Namun, skala global juga menimbulkan tantangan. Meta menghadapi berbagai aturan terkait privasi, data, persaingan, keamanan anak, moderasi konten, dan penggunaan teknologi AI. Perusahaan mencantumkan regulasi tersebut sebagai salah satu kelompok risiko yang dapat mempengaruhi bisnis dan kondisi keuangan.
Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa saham Meta memberikan eksposur terhadap bisnis iklan digital global, perkembangan AI, ekosistem Facebook dan Instagram, WhatsApp, Reality Labs, serta kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dalam skala besar.
Selain itu, Meta terus mengembangkan berbagai teknologi yang dapat membuka sumber pertumbuhan baru. Namun, manfaat tersebut berjalan bersama risiko.
Ketergantungan terhadap iklan, persaingan, regulasi, keamanan data, kebutuhan belanja modal yang besar, dan perubahan teknologi dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Karena itu, investor perlu menilai manfaat dan risiko secara bersamaan.
Dengan memahami model bisnis, kondisi keuangan, strategi AI, sumber pendapatan, serta risiko Meta, investor dapat menempatkan saham META sesuai tujuan dan profil risiko masing-masing.
Pada akhirnya, keputusan investasi tetap membutuhkan riset mandiri dan pemantauan terhadap perkembangan perusahaan secara berkala. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: