Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

UMKM Solo Gembira, Discovery Commerce Buka Jalan ke Pasar yang Lebih Luas

UMKM Solo Gembira, Discovery Commerce Buka Jalan ke Pasar yang Lebih Luas Kredit Foto: Antara/Antara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo dan sekitarnya mendapat peluang baru untuk memperluas jangkauan pasar melalui perkembangan discovery commerce. Model perdagangan digital ini memungkinkan produk ditemukan calon pembeli melalui konten dan etalase digital, tanpa harus menunggu konsumen melakukan pencarian terlebih dahulu.

Peluang tersebut hadir melalui kolaborasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Tokopedia dan TikTok Shop dalam program Pilihan Busan. Sebanyak lebih dari 110 produk UMKM Solo dan wilayah sekitarnya yang telah melalui proses kurasi kini ditampilkan dalam etalase khusus di Tokopedia.

Baca Juga: Tak Harus Jadi Eksportir, UMKM Bisa Go Global Lewat Industri Otomotif

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, transformasi perdagangan digital dapat menjadi salah satu solusi atas persoalan akses pasar yang selama ini dihadapi pelaku UMKM. Produk berkualitas, menurutnya, membutuhkan ruang yang mampu mempertemukannya dengan konsumen secara lebih luas.

“Teman-teman, kita ingin produk-produk UMKM kita—yang banyak sekali bagus—mendapatkan pasar, tempat, dan etalase. Dengan e-commerce, kita lebih mudah mencari produk itu. Apa namanya? Discovery commerce,” ujar Budi, dikutip Jumat (25/9/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan pola konsumen dalam menemukan produk. Jika sebelumnya pelaku usaha cenderung mengandalkan pencarian aktif dari calon pembeli, kini konten digital dapat berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang bahkan belum berniat mencarinya.

Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menjelaskan bahwa pola perdagangan digital kini bergerak dari conventional commerce menuju discovery commerce. Perubahan tersebut dinilai memberikan kesempatan lebih besar bagi UMKM untuk bertemu dengan konsumen baru.

“Kalau di conventional commerce, biasanya produk itu di-listing dan menunggu pembeli. Jadi pembeli harus mencari produk. Tetapi di era discovery commerce, produk yang bisa mencari pembelinya melalui konten,” kata Stephanie.

Menurut Stephanie, pola tersebut berpotensi mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses pasar UMKM di Solo dan daerah sekitarnya.

“Kami percaya bahwa cara ini dapat mengakselerasi pertumbuhan dan juga memperluas akses pasar untuk banyak pelaku UMKM di Solo dan juga di sekitarnya,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga memiliki arti penting karena Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform e-commerce pertama yang terlibat dalam program Pilihan Busan. Produk-produk UMKM yang telah dikurasi tidak hanya memperoleh kesempatan tampil di etalase digital, tetapi juga berpotensi mendapatkan akses promosi yang lebih luas.

Pemerintah juga menyiapkan jalur lanjutan bagi produk UMKM yang memiliki potensi untuk menembus pasar internasional. Budi mengatakan produk yang masuk dalam program Pilihan Busan berpeluang dikembangkan melalui program UMKM Bisa Ekspor.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan transaksi harian UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih besar.

Pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia tahun sebelumnya, hampir 10 UMKM yang masuk dalam program Pilihan Busan disebut berhasil memperoleh buyer. Pencapaian itu menjadi gambaran bahwa produk lokal yang mendapatkan kurasi dan akses promosi memiliki peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

Produk-produk terpilih juga akan mendapatkan ruang khusus dalam Trade Expo Indonesia yang digelar setiap Oktober. Dengan demikian, jalur pengembangan UMKM tidak berhenti pada pasar digital domestik, tetapi dapat berlanjut menuju pasar ekspor.

Budi menegaskan pemerintah terus mendorong penguatan pasar domestik melalui program Pengamanan Pasar Dalam Negeri. Besarnya potensi pasar Indonesia dinilai harus semakin banyak dimanfaatkan oleh produk lokal, terutama produk yang dihasilkan UMKM.

Bagi pelaku UMKM Solo, perkembangan discovery commerce menjadi angin segar karena membuka cara baru untuk memperkenalkan produk. Konsumen tidak lagi harus mengetahui nama produk atau mencarinya terlebih dahulu. Melalui konten yang tepat, sebuah produk dapat muncul di hadapan calon pembeli dan kemudian mendorong mereka untuk mengenal hingga melakukan transaksi.

Baca Juga: KDMP Lengkong Bangun Rantai Pasok Digital, Hubungkan Produk UMKM dengan Pasar

Perubahan inilah yang membuat persaingan perdagangan digital semakin bergeser. Bukan hanya soal siapa yang memiliki produk, tetapi juga siapa yang mampu membuat produknya ditemukan oleh konsumen.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar