Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

#BeliLokal Tokopedia-TikTok Shop Dongkrak Penjualan Produk Lokal 51% di Semester I 2026

#BeliLokal Tokopedia-TikTok Shop Dongkrak Penjualan Produk Lokal 51% di Semester I 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Tokopedia dan TikTok Shop melalui Perayaan Kolaborasi #BeliLokal mempertegas komitmen jangka panjangnya dalam membantu pelaku usaha lokal dan UMKM naik kelas melalui ekosistem digital. Pada semester I 2026, ekosistem #BeliLokal berhasil mendorong peningkatan penjualan produk lokal sebesar 51%, dengan hampir 700 juta produk lokal terjual melalui pendekatan Discovery Commerce dan berbagai program pemberdayaan.

Program #BeliLokal kini berkembang dari sekadar kampanye menjadi ekosistem yang mendampingi pelaku usaha sepanjang tahun, mulai dari edukasi digital, penguatan legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga pemanfaatan konten, video, LIVE Shopping, serta kolaborasi dengan kreator dan berbagai mitra strategis.

Selain lonjakan penjualan produk lokal, jumlah penjual yang berpartisipasi dalam kampanye #BeliLokal juga meningkat 50% dibandingkan semester I 2025, sementara nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) tumbuh 14%. Pertumbuhan terlihat di berbagai kategori utama, seperti fesyen yang naik 22%, FMCG 12%, serta gaya hidup dan otomotif yang sama-sama mencatat tren positif.

Executive Director Tokopedia & TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha lokal memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Kami percaya setiap UMKM Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang apabila didukung oleh kapabilitas yang tepat, peluang untuk lebih mudah ditemukan oleh konsumen, serta ekosistem yang kuat. Di semangat Hari Kemerdekaan, kami ingin terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, kreator, mitra, dan masyarakat melalui #BeliLokal agar semakin banyak pelaku usaha lokal dapat naik kelas dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Stephanie.

Dampak program ini juga terlihat dari sisi peningkatan kapasitas pelaku usaha. Hingga saat ini, lebih dari 4.800 UMKM, kreator, dan affiliate telah mengikuti berbagai program edukasi #BeliLokal. Mayoritas peserta berasal dari luar Jabodetabek, dan sekitar separuh pelatihan diselenggarakan di luar Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya pemerataan manfaat ekonomi digital.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah RI Maman Abdurrahman menilai kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci agar UMKM Indonesia dapat naik kelas dan semakin siap menghadapi era digital.

“Mendukung UMKM tidak cukup hanya dengan membuka akses pasar. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan, peningkatan kapasitas, akses terhadap legalitas usaha, serta kesempatan untuk membangun jejaring dan berkolaborasi. Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan agar UMKM Indonesia semakin berdaya saing,” kata Maman.

Tokopedia dan TikTok Shop juga mengutip hasil studi yang menunjukkan dampak positif digitalisasi terhadap pelaku usaha. Studi TikTok Shop pada 2025 mencatat 72% pelaku usaha berhasil menjangkau pelanggan baru, 67% sukses meluncurkan produk baru, dan 52% mampu memperkuat diferensiasi usahanya melalui Discovery Commerce.

Melalui berbagai inisiatif seperti #LokalMendunia, One City One Product (OCOP), serta roadshow di berbagai daerah, Tokopedia dan TikTok Shop berharap ekosistem #BeliLokal dapat terus memperkuat daya saing produk lokal sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi