Kredit Foto: BPMI
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kalangan pakar belakangan menjadi sorotan. Setelah sebelumnya ucapannya mengenai pihak yang disebutnya “saking pintarnya jadi goblok” ramai diperbincangkan, Prabowo kini menegaskan bahwa dirinya justru sangat menghormati para pakar.
Penegasan itu disampaikan Prabowo saat bertemu 22 pakar untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga meminta masukan konkret dari para ahli untuk mencari langkah pencegahan agar karhutla tidak terus berulang.
"Saudara-saudara, jangan salah menerima ya, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar, saya paling hormat sama pakar," kata Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Eks Ketua MK Sebut Pemakzulan Gibran Sulit Terjadi, Kecuali Lewat Satu Skenario Ini
Prabowo mengatakan pemerintah membutuhkan masukan dari para ahli untuk menentukan strategi jangka panjang dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Ia meminta para pakar memberikan saran mengenai langkah yang dapat dilakukan pemerintah agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada tahun berikutnya.
"Mohon saya diberi masukan, what can we do supaya tahun depan kita, sudahlah, jadi sekarang saya sudah perintahkan, sudahlah kita antisipasi," ujarnya.
Menurut Prabowo, pemerintah memang telah menggunakan berbagai teknologi untuk menangani kebakaran, termasuk pengerahan helikopter water bombing. Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya, penanganan oleh petugas di lapangan tetap menjadi bagian yang paling efektif.
"Jadi ternyata tadi saya dapat laporan kemarin dengan segala macam helikopter apa, tetap yang paling efektif adalah petugas di darat," lanjut Prabowo.
Baca Juga: Gus Nur: Kalau Ada yang Bisa Datangkan Ijazah Asli Jokowi di Pengadilan, Saya Cium Kakinya
Pernyataan Prabowo soal penghormatan terhadap pakar tersebut dikaitkan dengan ucapannya dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JICC, Jumat (18/9/2026) lalu. Saat itu, Prabowo sempat melontarkan pernyataan yang kemudian ramai disorot.
"Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya, terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok," kata Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: