Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Klaim Omongannya Sering Dipelintir: Dibilang Seolah Saya Enggak Hormati Pakar...

Prabowo Klaim Omongannya Sering Dipelintir: Dibilang Seolah Saya Enggak Hormati Pakar... Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal persepsi publik terhadap pernyataannya yang berkaitan dengan para pakar. Prabowo mengaku kerap mendapati ucapannya dipelintir sehingga seolah-olah dirinya tidak menghormati orang-orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu.

Padahal, Prabowo menegaskan dirinya justru sangat menghormati para pakar. Penegasan itu disampaikan ketika bertemu dengan 22 pakar untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka.

Baca Juga: Pakar Hukum Bilang Gugatan Diskualifikasi Gibran Hanya Akan Lolos Sebagian: MK Kalau Mengabulkan...

"Jadi saudara-saudara, jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audience, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," kata Prabowo, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya di tengah pembahasan mengenai strategi pemerintah menghadapi ancaman karhutla. Dalam pertemuan itu, ia justru meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi.

Prabowo meminta para ahli memberikan solusi yang dapat diterapkan untuk menghadapi persoalan, khususnya di kawasan lahan gambut yang tersebar di Indonesia.

"Anyway, jadi mohon saya diberi masukan, what can we do supaya tahun depan kita, sudahlah," katanya.

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipasi. Ia mengatakan laporan yang diterimanya menunjukkan bahwa pengerahan berbagai peralatan, termasuk helikopter, belum tentu menjadi solusi paling efektif dalam menghadapi kebakaran.

"Jadi, sekarang saya sudah perintahkan, sudahlah kita antisipasi, jadi ternyata tadi saya dapat laporan kemarin ya, dengan segala macam helikopter apa, tetap yang paling efektif adalah petugas di darat," ungkapnya.

Karena itu, Prabowo meminta pembahasan bersama para pakar tidak berhenti pada teori. Ia ingin memperoleh rekomendasi konkret mengenai mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah sebelum kebakaran terjadi.

Salah satu langkah yang disorot adalah kesiapan infrastruktur pemadam kebakaran. Prabowo meminta agar pompa dan embung telah tersedia jauh sebelum munculnya titik api.

"Jadi bagaimana, saya minta masukan dari saudara-saudara, what we have to do, soal mitigasi fisik kita lakukan ya. Pemadam kebakaran harus siap, enggak ada, jauh sebelum kebakaran bikin embung embung embung embung. Belum ada kebakaran bikin pompa pompa pompa, siapkan semua itu," ujarnya.

Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap karakteristik lahan gambut. Menurutnya, penanganan kawasan tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak sekadar mengandalkan peralatan pemadam, tetapi juga solusi berdasarkan kajian ilmiah.

Baca Juga: Terseret Dugaan Korupsi, Golkar Sudah Tak Restui Nusron Wahid Bertahan Jadi Menterinya Prabowo

"Nah, tapi dengan gambut, kalau bisa ada jawaban ilmiah, a scientific, a scientific solution," tuturnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar