Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Geger Flyer Pawai LGBT di Pantai Losari! Pemilik Akun Buka Suara dan Ngaku Akunnya Dibajak

Geger Flyer Pawai LGBT di Pantai Losari! Pemilik Akun Buka Suara dan Ngaku Akunnya Dibajak Kredit Foto: Unsplash/Raphael Renter
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polrestabes Makassar tengah menyelidiki flyer yang memuat informasi rencana pawai LGBT di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, yang ramai beredar di media sosial.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan polisi telah meminta keterangan dari pemilik akun yang diketahui mengunggah flyer tersebut. Dalam pemeriksaan awal, pemilik akun mengaku akunnya telah dibajak.

"Terkait informasi yang sedang viral mengenai pamflet kegiatan LGBT tersebut, kami sudah mengonfirmasi kepada pemilik akun yang mengunggahnya. Pemilik akun menyampaikan bahwa akunnya telah dibajak sehingga muncul unggahan tersebut," kata Arya kepada wartawan, Kamis (24/9).

Polisi kini masih berupaya memastikan siapa pihak yang membuat dan menyebarkan flyer tersebut. Tim siber juga dilibatkan untuk menguji apakah informasi mengenai rencana kegiatan itu benar atau justru merupakan informasi palsu.

"Kami masih mendalami siapa yang membuat atau mengunggah informasi tersebut. Penyelidikan juga dilakukan oleh tim siber untuk mengetahui apakah informasi mengenai kegiatan itu benar atau tidak," ungkap Arya.

Di sisi lain, hingga Kamis (24/9), Polrestabes Makassar belum menerima surat pemberitahuan maupun permohonan terkait kegiatan yang disebut akan berlangsung di kawasan Pantai Losari. Pengecekan ke Polda Sulsel juga disebut tidak menemukan permohonan serupa.

"Kami juga belum mendapatkan informasi maupun melihat adanya kegiatan seperti yang disebutkan dalam pamflet tersebut. Kalau memang ada, tentu akan kami tindak lanjuti," jelas Arya.

Baca Juga: Anggota DPD RI Asal Bali Buka Suara soal Hadiri Kontes Transgender di Thailand dan Dikaitkan LGBT

Menurut Arya, setiap kegiatan masyarakat pada dasarnya dapat disampaikan kepada kepolisian. Namun, rekomendasi pelaksanaan tetap mempertimbangkan situasi keamanan, kondisi masyarakat, serta kearifan lokal yang berlaku di Kota Makassar.

"Jangan sampai kegiatan tersebut justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kalau situasinya tidak memungkinkan dan berpotensi menimbulkan hal-hal negatif, tentu tidak akan kami rekomendasikan," kata Arya.

Dengan demikian, keberadaan flyer yang beredar belum dapat dijadikan kepastian bahwa kegiatan tersebut benar-benar akan berlangsung. Polisi masih menelusuri asal-usul informasi sekaligus memastikan kebenaran rencana kegiatan yang disebut dalam flyer tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy