Kredit Foto: WE
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya menembus level Rp50 setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah batas minimum harga saham menjadi Rp1. Pada perdagangan Senin (28/9/2026), GOTO anjlok 14% ke Rp43 per saham.
Penurunan tersebut terjadi setelah saham GOTO bertahan di level Rp50 selama beberapa bulan. Berdasarkan data perdagangan, GOTO berada di harga tersebut sejak 8 Mei 2026 hingga perdagangan terakhir sebelum aturan baru BEI berlaku.
Sejak pembukaan perdagangan, saham GOTO langsung berada di level Rp43 dan tidak banyak bergerak hingga perdagangan berlangsung. Tekanan jual membuat harga saham tersebut bertahan di level terendah perdagangan hari itu.
Perubahan batas minimum harga saham BEI tidak berarti saham yang sebelumnya berada di Rp50 otomatis jatuh ke Rp1. Aturan tersebut hanya membuka ruang bagi saham untuk diperdagangkan di bawah level gocap.
Di tengah tekanan harga saham, manajemen GOTO menilai pergerakan tersebut lebih dipengaruhi faktor teknis akibat perubahan aturan BEI, bukan mencerminkan perkembangan bisnis perseroan.
Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, mengatakan fundamental dan kinerja operasional GOTO masih menunjukkan penguatan.
“Harga saham GoTo saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50,” kata Audrey dalam keterangan resminya, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: GOTO Ambruk dari Gocap, Saham Terjun Bebas ke Rp43
Baca Juga: Saham Rp1 Resmi Berlaku! BEI Bongkar Aturan Baru ARA dan ARB
Baca Juga: Kiamat Gocap! 4 Saham Grup MNC Milik Hary Tanoe Ambruk hingga ARB
Dari sisi keuangan, GOTO membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Dengan capaian tersebut, perseroan mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut.
Pada periode yang sama, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA menembus lebih dari Rp1 triliun. Kinerja tersebut membuat perseroan tetap berada dalam jalur untuk mencapai target adjusted EBITDA 2026 sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Audrey mengatakan GOTO akan terus memperkuat fundamental dan kinerja bisnis untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Pernah Bertahan di Gocap
Level Rp50 bukan harga baru bagi GOTO. Saham tersebut sebelumnya pernah menyentuh level tersebut pada 21 Juni 2024 dan bertahan hingga 19 Juli 2024.
GOTO kemudian kembali berada di level Rp50 sejak 8 Mei 2026.
Kali ini, saham tersebut bertahan lebih lama sebelum akhirnya menembus batas gocap setelah BEI mengubah ketentuan harga minimum.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: