Kredit Foto: GoTo
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan kebijakan baru yang menurunkan batas bawah harga saham (floor price) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Menanggapi kebijakan baru tersebut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan harga saham perseroan hari ini dipengaruhi aspek teknis imbas dari kebijakan baru dan tidak mencerminkan fundamental bisnis.
Hal tersebut disampaikan oleh Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny pada hari pertama BEI memberlakukan kebijakan floor price removal di 28 September 2026. Audrey menegaskan harga saham GOTO pada hari pertama pemberlakuan kebijakan baru ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat.
“Harga saham hari ini lebih dipengaruhi aspek teknis menyusul aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (28/9).
Audrey menjelaskan, kinerja bisnis GoTo terus menunjukkan pertumbuhan positif. Tercatat pada kuartal II/2026, GoTo kembali mencetak laba bersih sebesar Rp252 miliar, mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut. GoTo juga membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Audrey memastikan perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Audrey menyebut fundamental bisnis GoTo yang kian menguat menjadi modal perseroan untuk tetap mencapai pedoman, bahkan di tengah kebijakan floor price removal baru yang diterapkan BEI.
“Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” katanya.
Baca Juga: GOTO Makin Terperosok Usai Era Gocap Berakhir, Ini Kata Manajemen
Ke depan, GoTo berencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Untuk itu GoTo akan meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB 14 Oktober 2026 mendatang. Perseroan memastikan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam melakukan pembatalan saham tresuri.
Sementara itu, pada perdagangan Senin (28/9), saham GOTO tercatat diperdagangkan di level Rp43, turun 14%, dengan nilai transaksi perdagangan Rp2,5 miliar dan volume perdagangan 58,12 juta saham. Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan 0.51% menjadi 6210.
Diketahui BEI memberlakukan kebijakan floor price removal dengan mengubah batas harga terendah efek bersifat ekuitas di Pasar Reguler dan Pasar Tunai turun dari Rp50 menjadi Rp1. Dengan kebijakan baru ini, saham yang sebelumnya sudah berada di level Rp50 tidak lagi otomatis tertahan di harga tersebut, tapi akan bergerak sesuai dengan mekanisme perdagangan hingga paling bawah Rp1 per saham.
Selain mengubah batas harga minimum, BEI juga menyesuaikan ketentuan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) untuk menyesuaikan mekanisme perdagangan dengan rentang harga baru tersebut. BEI berharap kebijakan baru ini akan memberikan likuiditas dan membentuk price discovery yang lebih baik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Istihanah
Tag Terkait: