- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham Tertekan dan Turun 21 Persen, GOTO Siapkan Buyback Jumbo Rp 3,5 Triliun
Kredit Foto: Istimewa
Saham Tertekan, GOTO Siapkan Buyback Jumbo Rp 3,5 Triliun hingga 2027
Tekanan terhadap saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sepanjang tahun ini mendorong perusahaan menyiapkan langkah besar dengan menggelontorkan dana hingga Rp 3,5 triliun untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar.
Aksi korporasi tersebut dilakukan ketika pergerakan saham GOTO masih tertahan di level Rp 50 per lembar dan belum menunjukkan pemulihan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sepanjang 2026, saham emiten teknologi tersebut tercatat melemah sekitar 21,88 persen.
Di saat yang sama, investor asing juga melakukan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 1,63 triliun terhadap saham GOTO.
Di tengah tekanan tersebut, manajemen GOTO memilih menempuh strategi buyback sebagai upaya memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, GOTO berencana membeli kembali saham dengan nilai maksimal Rp 3,5 triliun.
Rencana pembelian kembali saham itu akan dibawa terlebih dahulu ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 Juni 2026.
Apabila memperoleh persetujuan pemegang saham, program buyback akan berlangsung selama 12 bulan penuh.
Artinya, pelaksanaan pembelian kembali saham akan berjalan sejak 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Manajemen menjelaskan buyback tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengelola modal secara lebih fleksibel.
Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu menciptakan struktur modal yang lebih optimal bagi perseroan.
GOTO menilai program buyback berpotensi mendukung pergerakan harga saham agar lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Perseroan juga berharap aksi korporasi tersebut dapat memberikan potensi pengembalian nilai yang lebih baik bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Meski demikian, pelaksanaan buyback tetap bergantung pada hasil keputusan para pemegang saham dalam RUPSLB pekan ini.
Baca Juga: 'Pengantar Jadi Presiden,' Terungkap Alasan Roy Suryo Ngotot Terkait Perkara Ijazah Jokowi
Karena itu, perhatian investor kini tertuju pada agenda rapat tersebut yang akan menentukan apakah salah satu aksi korporasi terbesar GOTO dalam beberapa tahun terakhir dapat segera direalisasikan.
Jika disetujui, dana Rp 3,5 triliun akan menjadi amunisi perusahaan untuk menyerap saham yang beredar di pasar selama setahun ke depan.
Langkah itu sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen tetap berupaya menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan yang masih membayangi saham GOTO sepanjang 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: