Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jakarta Diam-Diam Jadi 'Sarang' Triliuner Dunia, Kalahkan Tokyo hingga Los Angeles!

Oleh: Satrio Arismunandar - Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA

Jakarta Diam-Diam Jadi 'Sarang' Triliuner Dunia, Kalahkan Tokyo hingga Los Angeles! Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kalau bicara soal predikat crazy rich, kita mungkin langsung teringat pada konten pamer barang mewah di media sosial. Tetapi, mari sejenak tinggalkan kekayaan level permukaan dan beralih pada kekayaan sejati.

Sebuah data terbaru memetakan 23 kota di dunia yang menjadi tempat tinggal utama para orang superkaya global. Syarat untuk masuk dalam radar pemeringkatan yang bersumber dari Hurun Global Rich List ini tidak main-main: seseorang harus memiliki harta lebih dari Rp15 triliun.

Melihat lanskap global, ibu kota finansial dunia masih memegang kendali. New York berdiri di posisi puncak sebagai rumah bagi 119 orang dengan kekayaan di atas Rp15 triliun. Di belakangnya menyusul London dengan 97 orang, kemudian kota-kota besar Asia seperti Mumbai dengan 92 orang, Beijing 91 orang, dan Shanghai 87 orang yang melengkapi lima besar.

Namun, dari 23 kota elite yang masuk dalam daftar tersebut, sorotan paling menarik justru jatuh pada ibu kota kita: Jakarta.

Di tengah hiruk-pikuk kemacetan yang seolah tak berujung dan padatnya populasi, Jakarta nyatanya menjadi habitat bagi cukup banyak orang superkaya.

Infografis tersebut mencatat terdapat 37 orang dengan kekayaan menembus batas Rp15 triliun yang menetap di Jakarta. Angka ini menempatkan Jakarta sejajar dengan kota raksasa di Amerika Selatan, São Paulo, yang juga mencatatkan 37 orang superkaya.

Jakarta di Atas Tokyo dan Los Angeles

Mari kita lihat seberapa tinggi posisi Jakarta dalam peta kekayaan global tersebut.

Dengan 37 orang superkaya, Jakarta berada di atas sejumlah kota metropolitan yang selama ini lebih sering diasosiasikan dengan pusat kekayaan dunia.

Los Angeles tercatat memiliki 31 orang. Seoul juga 31 orang, sementara Tokyo mencatat 30 orang. Kota mode dunia, Milan, berada di bawahnya dengan 28 orang.

Angka-angka tersebut tentu menarik.

Jakarta bukan sekadar menjadi tempat tinggal bagi kelompok orang kaya Indonesia. Dalam pemetaan ini, jumlah individu dengan kekayaan di atas Rp15 triliun yang tinggal di Jakarta bahkan melampaui beberapa kota global yang memiliki reputasi ekonomi dan finansial sangat kuat.

Tetapi ada satu hal yang perlu dicatat.

Jumlah orang superkaya tidak dengan sendirinya menjadi ukuran tunggal kekuatan ekonomi sebuah kota. Ia lebih tepat dibaca sebagai salah satu indikator konsentrasi kekayaan dan daya tarik kota bagi individu dengan kekayaan sangat besar.

Dari perspektif itu, posisi Jakarta tetap menarik.

Ia menunjukkan bahwa ibu kota Indonesia memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi pemilik modal dalam jumlah besar, baik karena konsentrasi aktivitas bisnis, jaringan perusahaan, akses terhadap pusat pemerintahan dan keuangan, maupun posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.

Magnet Kapital di Asia Tenggara

Di kawasan Asia Tenggara, Jakarta masih memiliki pesaing berat.

Ibu kota Thailand, Bangkok, tercatat menjadi rumah bagi 49 orang superkaya dalam daftar tersebut. Jumlah itu lebih tinggi daripada Jakarta.

Namun, posisi Jakarta dengan 37 orang tetap memperlihatkan bagaimana kekayaan dalam jumlah sangat besar terkonsentrasi di kota-kota tertentu.

Di balik wajah Jakarta yang kerap dikritik karena kemacetan, tata ruang, dan polusi, terdapat magnet kapital yang tidak bisa diabaikan.

Kawasan bisnis seperti Sudirman, Thamrin, dan SCBD bukan hanya dipenuhi gedung pencakar langit dan lalu lintas kendaraan. Di baliknya terdapat jaringan perusahaan, investasi, perbankan, pasar modal, properti, dan berbagai aktivitas ekonomi yang membentuk konsentrasi kekayaan.

Kekayaan tersebut tentu tidak seluruhnya lahir dari Jakarta. Banyak pemilik modal memiliki bisnis yang tersebar di berbagai wilayah, bahkan lintas negara.

Tetapi keputusan untuk menjadikan Jakarta sebagai tempat tinggal utama tetap memberikan satu pesan: kota ini memiliki ekosistem yang dianggap penting bagi sebagian pemilik kekayaan terbesar di Indonesia.

Maka, jika esok hari Anda kembali terjebak kemacetan parah di Sudirman, Thamrin, atau SCBD, cobalah menengok ke kanan dan kiri.

Siapa tahu, mobil mewah dengan kaca gelap di sebelah Anda ditumpangi oleh salah satu dari 37 orang superkaya yang tercatat tinggal di Jakarta.

Mereka mungkin sedang menuju kantor.

Atau mungkin juga sedang mencari jalan keluar dari kemacetan yang sama.

Bagaimanapun, satu hal menjadi menarik dari data ini: Jakarta ternyata bukan hanya kota tempat banyak orang bekerja. Ia juga menjadi salah satu kota tempat kekayaan dunia memilih tinggal.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: