Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Kejar Kursi Dewan ICAO, Menhub Galang Dukungan Internasional

Indonesia Kejar Kursi Dewan ICAO, Menhub Galang Dukungan Internasional Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan pencalonan Indonesia menjadi anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional Part III untuk periode 2026-2028 kepada duta besar dan perwakilan negara-negara anggota ICAO yang berkedudukan di Jakarta.

Melalui sebuah resepsi diplomatik, Menhub menegaskan langkah strategis Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusi dalam tata kelola penerbangan sipil internasional. 

Menhub Dudy menyampaikan, penerbangan sipil bukan sekadar moda transportasi. Sektor ini telah menjadi penghubung masyarakat, memfasilitasi perdagangan dan pariwisata, mempererat hubungan antarnegara, serta menjadi penggerak vital bagi pembangunan ekonomi dan sosial.

Bagi negara yang luas dan beragam seperti Indonesia, penerbangan memiliki makna yang sangat mendalam.

"Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar di wilayah geografis yang luas, sistem penerbangan yang aman, terjamin, efisien, dan berkelanjutan sangatlah penting untuk menghubungkan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional kita," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Indonesia sangat mengedepankan kemitraan dengan ICAO serta persahabatan yang kuat dengan seluruh negara anggota. Keanggotaan ICAO menurut Menhub merupakan kesempatan yang baik untuk  melayani, berkontribusi, dan bersinergi lebih erat dengan komunitas internasional dalam membentuk masa depan penerbangan sipil global yang aman, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif bagi semua negara.

Sebelumnya, Indonesia pernah menduduki kursi Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut, yakni pada 1962–2001. Kini dengan bertambahnya jumlah anggota Dewan ICAO dari 36 menjadi 40 negara, terbuka peluang besar bagi Indonesia untuk kembali berkontribusi di tingkat global.

Baca Juga: Kemenhub Perketat Pengawasan Penerbangan, Tiga Lapis Jadi Benteng Keselamatan

Baca Juga: Kecelakaan Marak, Kemenhub Gelontorkan Rp10,9 Triliun untuk Keselamatan Transportasi

Baca Juga: 158 Ribu Kecelakaan Terjadi pada 2025, Kemenhub: Korban Sebanyak 24.000 Orang

Mengacu data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, hingga semester pertama 2026, sektor penerbangan telah melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional melalui 257 bandar udara, dengan 297 rute domestik dan 160 rute internasional. Layanan ini dioperasikan oleh 14 maskapai nasional dan 59 maskapai asing.

Dari sisi keselamatan dan keamanan, berdasarkan audit ICAO USOAP, Indonesia membukukan Effective Implementation sebesar 78,85%, lebih tinggi dari rata-rata global 70,6% maupun rata-rata Asia Pasifik 69,6 persen. Pada audit keamanan penerbangan ICAO USAP, Indonesia turut mencatatkan capaian 88,53%, jauh di atas target global sebesar 75%.

"Kami kembali menegaskan komitmen bersama dalam keberlanjutan penerbangan sipil internasional, dan meminta dukungan kepada para negara anggota ICAO sehingga Indonesia kembali dipercaya sebagai anggota Dewan ICAO," ujar Menhub.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan