Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Semen Gresik Dorong Inovasi Material Hijau Untuk Konstruksi Rendah Karbon

Semen Gresik Dorong Inovasi Material Hijau Untuk Konstruksi Rendah Karbon Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Surabaya -

Anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG yakni, PT Semen Gresik,terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui operasi yang bertanggung jawab dan produk rendah karbon dimana saat ini kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat

Dalam Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026 yang diselenggarakan Green Building Council Indonesia (GBCI) yang bertajuk "Mengintegrasikan Kebijakan Preservasi, Tolok Ukur Hijau, dan Penggunaan Material Berkelanjutan untuk Mewujudkan Infrastruktur Rendah Karbon” yang digelar di surabaya PT Semen Gresik terus memperkuat komitmennya dalam penerapan green industry dan pembangunan berkelanjutan.

"Bagi kami, green industry merupakan bagian dari transformasi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang. Di Semen Gresik Pabrik Rembang, pendekatan tersebut kami lakukan mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk. Kami memiliki semen hijau dengan intensitas emisi hingga 28% lebih rendah dibandingkan semen konvensional pada umumnya,” terang Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana di Surabaya .

Lebih lanjut Gatot mengungkapkan, pihaknya terus menerapkan prinsip ekonomi sirkular untuk menciptakan proses produksi berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti Refuse Derived Fuel (RDF), limbah industri, dan biomassa

Dikatakan pula bahwa ,GBCI memiliki peran dalam mendorong pemahaman dan penerapan prinsip bangunan hijau, sementara pihaknya hadir melalui produk dengan proses produksi yang ramah lingkungan. 

“Karena itu, IGBF menjadi salah satu momentum untuk kolaborasi sekaligus mendorong penggunaan material bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi,” ujarnya.

Baca Juga: Kopdes dan Sekolah Rakyat Topang Pertumbuhan Semen Indonesia hingga Akhir 2026

Baca Juga: Semen INTP Angkat Wadirut Baru, Intip Rekam Jejaknya

Sementara itu Chairperson Green Building Council Indonesia, Ir. Ignesjz Kemalawarta, M.B.A., mengatakan, bahwa penerapan prinsip bangunan hijau membutuhkan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan, desain, performa bangunan, dan material yang digunakan. Keterlibatan industri bahan bangunan menjadi bagian penting dalam memperluas penerapan pembangunan rendah karbon.

“Bangunan dan properti turut berkontribusi dalam pencapaian target net zero emission Indonesia pada 2060. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi dan inovasi di seluruh rantai industri agar transformasi menuju pembangunan rendah karbon berjalan konsisten dan sejalan dengan komitmen Indonesia melalui Nationally Determined Contribution (NDC),” pungkasnya

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Dwi Aditya Putra