Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kopdes dan Sekolah Rakyat Topang Pertumbuhan Semen Indonesia hingga Akhir 2026

Kopdes dan Sekolah Rakyat Topang Pertumbuhan Semen Indonesia hingga Akhir 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau Semen Indonesia Group (SIG) optimistis penjualan semen akan terus tumbuh hingga akhir 2026. Perseroan melihat prospek permintaan masih kuat, terutama ditopang berbagai proyek konstruksi pemerintah dan swasta.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, salah satu strategi utama yang mendorong pertumbuhan volume penjualan tahun ini adalah transformasi bisnis yang mulai dijalankan sejak Juli 2025. Melalui transformasi tersebut, SIG memperkuat bisnis ritel dan mengubah pola penjualan dari sekadar mendorong produk masuk ke toko (sell-in) menjadi memastikan produk terserap hingga konsumen akhir (sell-out).

"Transformasi ini juga sekaligus merubah cara berjualan dari tim SIG, dimana kami kalau selama ini hanya fokusnya adalah ke sell-in, tapi sekarang kami sejak menjalankan transformasi tersebut kita fokus sampai ke sell-out, ke toko-toko bangunan," ujar Indra dalam sesi Public Expose 2026, Selasa (8/9/2026).

Strategi tersebut membuat SIG dapat memastikan ketersediaan produk di jaringan toko distribusinya. Dengan demikian, produk semen SIG lebih mudah dijangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Proyek Pemerintah Jadi Penopang Permintaan

Selain strategi internal, SIG melihat sejumlah program prioritas pemerintah berpotensi memberikan tambahan permintaan semen hingga akhir tahun. Program tersebut antara lain pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga program 3 juta rumah.

"Kami juga melihat bahwa program yang dijalankan oleh pemerintah ini meningkatkan permintaan semen, seperti pembangunan kooperasi merah putih, pembangunan sekolah rakyat, pembangunan kampung nelayan merah putih, dan juga program 3 juta rumah yang dijalankan oleh pemerintah," tutur Indra.

Ia menilai kombinasi proyek pemerintah dan swasta yang mulai berjalan pada 2026 akan menjadi katalis positif bagi industri semen.

Baca Juga: Semen Indonesia Siap Bagikan 100% Laba 2026 sebagai Dividen

Baca Juga: SIG Pertahankan Peringkat idAAA dari Pefindo, Prospek Pasar Tetap Kuat

"Nah, ke depan kami meyakini bahwa industri semen akan tumbuh positif, ini sejalan juga dengan program-program dari pemerintah dan juga proyek dari swasta yang bergerak di tahun 2026 ini," kata Indra.

Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja SIG pada semester I 2026. Perseroan mencatat volume penjualan semen dan produk terkait mencapai 18,28 juta ton, naik 5,6% secara tahunan year on year (yoy) dari 17,31 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan terutama berasal dari pasar domestik yang meningkat 9,7% yoy. Segmen semen kantong menjadi salah satu kontributor utama dengan pertumbuhan penjualan sebesar 11,2% yoy.

Kenaikan volume penjualan tersebut turut mengerek pendapatan SIG sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun, dari Rp15,61 triliun pada semester I 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan