Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi Rp31 Triliun untuk Kuartal IV 2026, Ini Rinciannya
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah bantuan untuk menjaga aktivitas ekonomi pada kuartal IV 2026. Paket tersebut mencakup pembukaan rekening bagi masyarakat, bantuan pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU), dengan total anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp31 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah juga mulai menyiapkan sejumlah program yang akan dilanjutkan pada 2027. Program tersebut mencakup magang, vokasi, insentif pajak bagi pekerja, hingga dukungan sektor perumahan.
“Jadi tadi dibahas program untuk di kuartal keempat antara lain pembukaan rekening kepada warga negara yang di atas 17 tahun dan diarahkan pada desil sampai dengan desil IV,” kata Airlangga usai rapat bersama Presiden, Rabu (30/9/2026).
Untuk kuartal IV 2026, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan sebesar 10 kilogram yang diberikan selama tiga bulan kepada 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan tersebut menyasar masyarakat pada desil I hingga IV dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp17,5 triliun.
Selain bantuan pangan, pemerintah kembali menyiapkan BSU untuk 13,3 juta pekerja. Bantuan diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan atau sekali penyaluran, dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun.
“Pemerintah juga telah membahas program yang akan dilanjutkan pada 2027. Salah satunya program magang Kementerian Ketenagakerjaan yang akan diperluas hingga 150.000 peserta serta program vokasi untuk 300.000 orang, ujar Airlannga
Di sisi perpajakan, pemerintah akan melanjutkan pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta. Kebijakan tersebut diperkirakan menyasar sekitar 7,5 juta pekerja dan pada 2027 cakupannya diperluas ke seluruh sektor.
Pemerintah juga membahas penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berdasarkan angka inflasi. Airlangga mengatakan perhitungan kebijakan tersebut masih dilakukan bersama Menteri Keuangan.
Baca Juga: Target Pertumbuhan RI 2027 6%, Airlangga: Ini PR-nya Menteri Investasi
Baca Juga: Airlangga Sebut Kebutuhan Energi RI Capai 800 TWh pada 2030, Data Center Jadi Perhatian
Sementara di sektor perumahan, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berlaku saat ini akan dilanjutkan pada 2027. Fasilitas tersebut diberikan untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah menyiapkan tambahan KPR bersubsidi dengan bunga 6% bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta. Program ini berbeda dari skema sebelumnya yang menyasar pelaku UMKM dengan penghasilan tidak tetap.
Dengan rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah tidak hanya menyiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi pada akhir 2026, tetapi juga menyiapkan sejumlah insentif untuk menjaga daya beli, lapangan kerja, dan aktivitas sektor perumahan pada 2027.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: