Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Satu Dekade Upaya Pemerintah Bangun Internet Sehat dan Ruang Digital Ramah Anak di Indonesia

Satu Dekade Upaya Pemerintah Bangun Internet Sehat dan Ruang Digital Ramah Anak di Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Bandung -

Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir, pemerintah Republik Indonesia terus menegaskan komitmennya dalam membangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif melalui program INSAN (Internet Sehat dan Aman).

Program yang diinisiasi pada tahun 2013 ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia agar pemanfaatan internet berlangsung secara positif, bertanggung jawab, dan terlindungi dari berbagai risiko konten negatif, seperti penipuan daring, konten pornografi, kekerasan, serta disinformasi dan hoaks.

Pelaksanaan program INSAN dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, roadshow edukatif, dan forum diskusi yang melibatkan beragam pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat maupundaerah, institusi pendidikan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas literasi digital di seluruh Indonesia. Acara seperti Festival Internet Aman untuk Anak diselenggarakan untuk meningkatkan ketahanan digital anak terhadap risiko dunia maya melalui edukasi dan pendampingan dari orang tua serta guru.

Pada waktu yang hampir bersamaan, pemerintah Indonesia juga telah menjalin kolaborasi strategis dengan Asia Internet Coalition (AIC) yang beranggotakan perusahaan teknologi global seperti Google, Yahoo, eBay, Skype, dan PayPal. Kemitraan ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi penggunaan internet yang sehat dan aman, termasuk melalui berbagai inisiatif publik seperti peringatan Safer Internet Day di Indonesia.

“Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa. Edukasi internet sehat sejak dini tidak hanya berfungsi sebagai upaya perlindungan dari konten berisiko, tetapi juga membentuk budaya digital yang produktif, kritis, dan beretika,” ujar Dr. Rini Wijayanti, pakar kebijakan teknologi dan komunikasi digital dari Universitas Indonesia, Kamis (23/1/2026).

“Dalam satu dekade terakhir, fokus kebijakan pemerintah semakin diarahkan pada penciptaan ruang digital yang ramah anak. Saya mengamati, pemerintah mengedepankan pendekatan perlindungan berbasis edukasi, pendampingan orang tua dan guru, serta penguatan regulasi yang menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas dalam ekosistem digital. Langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan pembatasan teknis, tetapi memerlukan penguatan literasi, ketahanan digital, dan peran aktif keluarga serta sekolah,” tambah Dede Suryanto, M.Si., dosen Bisnis Digital di Program Vokasi Universitas Indonesia.

Dalam konteks global, langkah yang ditempuh Indonesia tersebut sejalan dengan praktik-praktik terbaik (best practices) dalam tata kelola digital internasional. Salah satu contoh inisiatif penting di tingkat global adalah pembentukan Dewan Pengawas Facebook (Facebook Oversight Board) pada tahun 2020. Dewan independen ini bertugas meninjau dan mengevaluasi keputusan moderasi konten yang bersifat kompleks dan sensitif di platform Facebook dan Instagram, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia di ruang digital.

Indonesia turut berkontribusi dalam inisiatif global tersebut melalui keterlibatan Endy M. Bayuni, jurnalis senior Indonesia, yang ditunjuk sebagai salah satu anggota pendiri Dewan Pengawas Facebook sejak Mei 2020.

Bersama para pakar internasional lainnya, Endy Bayuni berperan dalam memastikan penerapan standar moderasi konten yang adil, berimbang, dan menghormati kebebasan berekspresi, sekaligus menekan penyebaran konten berbahaya.

Baca Juga: Internet Disebut Jadi Infrastruktur Ekonomi Vital Saat Bencana

Sejak mulai beroperasi, Dewan Pengawas Facebook telah menghasilkan ratusan keputusan dan rekomendasi strategis yang secara signifikan meningkatkan akuntabilitas platform terhadap penggunanya. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, lebih dari 300 keputusan dan rekomendasi telah dikeluarkan, dengan tingkat respons yang melampaui 75 persen menunjukkan kemajuan nyata dalam transparansi dan pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam moderasi konten digital.

Keberhasilan dua inisiatif tersebut, program INSAN di tingkat nasional dan Dewan Pengawas Facebook di tingkat global menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas internasional dalam membangun ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan dengan tetap menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi dan peningkatan literasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: