Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Ketum AFPI Periode 2026-2029 Berlangsung, Tiga Nama Masuk Kandidat

Bursa Ketum AFPI Periode 2026-2029 Berlangsung, Tiga Nama Masuk Kandidat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemilihan Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) periode 2026–2029 memasuki tahapan penting dengan munculnya tiga nama dalam bursa kandidat. Mereka adalah Kuseryansyah, Ronald T. Andy Kasim, dan Marcella Wijayanti.

Kuseryansyah saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Humas AFPI. Ronald merupakan Sekretaris Jenderal AFPI, sedangkan Marcella menjabat Ketua Bidang Edukasi, Literasi dan Riset AFPI.

Kontestasi kepemimpinan tersebut berlangsung bersamaan dengan proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan penyaluran kredit fiktif sekitar Rp600 miliar yang berkaitan dengan KoinWorks dan Crowdee.

Dalam perkara tersebut, Kuseryansyah sebelumnya disebut telah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dalam kapasitas sebagai saksi. Pemeriksaan itu berkaitan dengan peran AFPI sebagai asosiasi terhadap para anggotanya.

Guru Besar Universitas Trisakti sekaligus pengamat kebijakan publik Prof. Trubus Rahardiansyah mengatakan, setiap pemanggilan oleh aparat penegak hukum perlu dihormati dan dipenuhi, termasuk ketika seseorang dimintai keterangan sebagai saksi.

Menurut Trubus, kehadiran dalam pemeriksaan merupakan bagian dari sikap kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

“Dia harus wajib datang. Sebenarnya datang saja ke Kejati, jadi statusnya akan tahu. Kalau tidak datang, maka dia jadi orang yang tidak baik, karena tidak menaati pemanggilan itu. Dia harus menghormati pemanggilan Kejati, meski statusnya sebagai saksi,” ujar Trubus saat dihubungi, Kamis (1/10/2026).

Ia menambahkan, status sebagai saksi tidak menghilangkan pentingnya sikap kooperatif selama proses pemeriksaan.

“Meski sebagai saksi, itu harus bisa bekerja sama dan harus menjadi orang yang koordinatif dan bisa diajak kerja sama dengan lembaga hukum,” katanya.

Di sisi lain, Kuseryansyah memiliki rekam jejak cukup panjang di AFPI. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif AFPI pada 2019–2023 dan Kepala Bidang Humas AFPI pada Oktober 2023 sampai sekarang.

Baca Juga: AFPI Pilih Ketum Baru, OJK Tekankan Rekam Jejak hingga Integritas

Baca Juga: AFPI Ungkap Pindar Kini Jadi Bantalan Ekonomi Rumah Tangga

Baca Juga: Utang Pinjol Masyarakat Menggunung, AFPI Putar Otak Guna Cegah Nasabah Gali Lubang Tutup Lubang

Sementara itu, Ronald T. Andy Kasim saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal AFPI. Ia juga disebut dipercaya memimpin satuan kerja yang menangani penyelenggara fintech peer-to-peer lending bermasalah setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun Marcella Wijayanti memiliki peran di bidang edukasi, literasi, dan riset AFPI.

Proses hukum terkait KoinWorks sendiri masih berjalan. Kejati DKI Jakarta telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara yang disebut berkaitan dengan dugaan penyaluran kredit sekitar Rp600 miliar melalui KoinWorks.

Terlepas dari proses tersebut, pemilihan Ketua Umum AFPI periode 2026–2029 menjadi bagian penting dalam keberlanjutan organisasi. Kepemimpinan baru nantinya akan berperan dalam memperkuat tata kelola industri pendanaan berbasis teknologi, termasuk aspek perlindungan konsumen, pengelolaan risiko, serta koordinasi dengan regulator.

AFPI merupakan asosiasi yang ditunjuk OJK untuk menaungi industri fintech peer-to-peer lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia. Karena itu, pergantian kepemimpinan juga akan menentukan arah organisasi dalam menjalankan fungsi asosiasi dan membangun hubungan dengan regulator maupun pelaku industri.Kontestasi Ketua Umum AFPI disebut akan berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) AFPI pada Kamis, 1 Oktober 2026, di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan