Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Era Digital, Generasi Muda Didorong Melek Investasi SBN Ritel

Era Digital, Generasi Muda Didorong Melek Investasi SBN Ritel Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

Literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Generasi muda tidak hanya dituntut mampu mengelola keuangan pribadi, tetapi juga memahami instrumen investasi, risiko, serta aspek legalitas sebelum mengambil keputusan finansial.

Hal tersebut menjadi fokus Like It Series #8 yang digelar Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Aula Prof. Suhadji Hadibroto, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (1/10/2026). 

Kegiatan bertema “Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Bertransaksi, Aman Berinvestasi” ini diikuti sekitar 700 mahasiswa dan akademisi.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Keuangan turut memberikan edukasi mengenai Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015T2 dan SBR015T4 sebagai salah satu instrumen investasi yang dapat diakses masyarakat. Edukasi SBN ritel sekaligus diarahkan untuk memperkenalkan peran investor domestik dalam mendukung pembiayaan pembangunan melalui instrumen surat utang negara.

Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Chandra Akyun Singgih Wibowo, SST.AK., M.App.Ec., mengatakan keputusan investasi perlu didasarkan pada pemahaman terhadap tujuan keuangan, karakteristik produk, serta risiko yang melekat pada instrumen tersebut.

“Melalui SBR015, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi secara cerdas pada instrumen yang legal dan memahami produknya dengan baik, sekaligus ikut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional,” ujarnya.

Sekretaris DJPPR, Ubaidi Socheh Hamidi, menilai perkembangan teknologi telah membuat akses terhadap produk keuangan semakin mudah. 

Namun, kemudahan tersebut perlu diikuti peningkatan literasi agar generasi muda mampu membedakan produk keuangan yang legal, memahami risiko, dan menyusun perencanaan keuangan secara lebih terukur.

Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., mengatakan kecerdasan finansial menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa menghadapi dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, mahasiswa perlu menjadi pengguna teknologi yang kritis, termasuk ketika menentukan pilihan investasi dan tidak hanya mengikuti tren yang berkembang di media sosial.

Baca Juga: BNI Sekuritas Dorong Pendampingan Investasi bagi Investor Pemula

Sementara itu, rangkaian Like It Series #8 juga membahas keamanan transaksi digital, perlindungan dana simpanan, serta panduan investasi melalui kolaborasi BI, LPS, dan OJK.

 Untuk SBR015T2 dan SBR015T4, pemesanan dilakukan secara online melalui tahapan registrasi, pemesanan, pembayaran, dan setelmen melalui Mitra Distribusi yang terhubung dengan sistem e-SBN.

"Edukasi tersebut diharapkan memperluas basis investor domestik sekaligus mendorong generasi muda mengambil keputusan finansial berdasarkan informasi yang memadai," pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: