Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Pada awal sesi, IHSG berada di level 6.033,08, naik 23,58 poin atau 0,39% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 6.009,50.
Setelah dibuka, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.035,36. Lalu, IHSG longsor Kembali ke zona merah hingga menyentuh level terendah 5.985,94.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi pada menit-menit awal tercatat mencapai 275,79 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp956,13 miliar.
IHSG Kembali Diuji Level Psikologis 6.000
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan kembali menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Phintraco Sekuritas menilai pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan sejumlah data ekonomi penting.
Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat terbatas pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Penguatan tersebut didorong oleh penurunan imbal hasil (yield) US Treasury, meski harga minyak mentah justru mengalami kenaikan.
Harga minyak menguat setelah muncul laporan bahwa kapal induk Amerika Serikat akan tiba di kawasan Timur Tengah pada akhir November. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar karena berpotensi meningkatkan ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi. ISM Manufacturing PMI tercatat turun tipis menjadi 54,5 pada September 2026.
Pelaku pasar juga akan mencermati data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat (2/10/2026). Nonfarm payrolls diperkirakan hanya bertambah 90.000 pada September, turun dari 162.000 pada Agustus.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Kembali Uji 6.000, Ini Sentimen yang Mengadang
Baca Juga: IHSG Anjlok, Astronacci Sebut Ada Potensi Rebound di Oktober
Baca Juga: Danantara Bidik 5%-10% Saham, BEI: Belum Ada Pengajuan
Dari dalam negeri, sentimen ekonomi relatif ditopang oleh data makro yang dirilis pada Kamis (1/10/2026). Inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,28% secara tahunan pada September 2026. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 membukukan surplus US$3,55 miliar.
Di pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat 4,4% menjadi US$102 per barel. Sementara harga emas spot naik 0,4% ke level US$4.171 per troy ounce.
Penurunan yield obligasi AS menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke level 5,243%.
Meski demikian, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan menghadapi tekanan untuk kembali menembus level yang lebih tinggi. Indeks diproyeksikan menguji kembali level psikologis 6.000 pada perdagangan hari ini.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: