Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ada Bau Politik di Balik Penggantian Kapolri dari Listyo Sigit Prabowo ke Suyudi Ario Seto

Ada Bau Politik di Balik Penggantian Kapolri dari Listyo Sigit Prabowo ke Suyudi Ario Seto Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergantian Kapolri dari Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ke Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjadi sorotan setelah dilakukan dalam waktu yang terbilang cepat. Perubahan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Selamat Ginting melihat rangkaian pergantian tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik pemerintahan. Menurutnya, keputusan presiden melakukan penggantian kapolri merupakan bagian dari aktivitas politik.

Baca Juga: Waktu Tanya Dokter Tifa Dibatasi Hakim, Padahal Siapkan 2.000 Pertanyaan Seputar Kasus Ijazah Jokowi

“Ini tentu saja aktivitas politik. DPR juga lembaga politik. Presiden lembaga politik. Jadi, pasti ini ada kaitannya dengan politik,” ujar Selamat, dikutip Jumat (2/10/2026).

Pergantian tersebut berlangsung relatif cepat. Presiden Prabowo menyampaikan usulan pengangkatan kapolri baru melalui surat presiden tertanggal 30 September 2026. Seharinya, Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum akhirnya mendapatkan persetujuan dari Komisi III DPR.

Selamat mengingatkan bahwa pengangkatan kapolri pada dasarnya merupakan hak prerogatif presiden. Namun, sejak era reformasi, proses tersebut melibatkan anggota dewan sebagai bagian dari mekanisme ketatanegaraan.

Ia menilai situasi tersebut membuat pergantian kapolri tidak dapat dipandang semata-mata sebagai rotasi jabatan birokrasi.

“Ini, kan, bagian dari anggota eksekutif. Biarlah itu menjadi kewenangan presiden. Jadi, akhirnya semuanya seperti semacam kewajiban sudah terpenuhi,” kata Selamat.

Menurutnya, ketika keputusan eksekutif kemudian melewati proses politik di parlemen, wajar apabila publik membaca adanya dimensi politik dalam pergantian tersebut.

Adapun Suyudi Ario Seto bukan sosok baru di Korps Bhayangkara.

Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menempuh pendidikan PTIK, SESPIM, hingga SESPIMTI pada 2018. Ia juga menyelesaikan pendidikan S-2 Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia (UI).

Kariernya di kepolisian terbilang panjang. Ia pernah mengisi sejumlah posisi operasional dan strategis, mulai dari Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, hingga Bareskrim Polri.

Namanya semakin menonjol ketika dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017. Setelah itu, ia menduduki sejumlah posisi strategis di Bareskrim dan Polda Metro Jaya.

Pada 2023, Suyudi menjabat Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia naik pangkat menjadi Irjen dan dipercaya sebagai Kapolda Banten.

Kariernya kembali meningkat pada Agustus 2025. Ia naik pangkat menjadi Komjen dan dilantik Prabowo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Baca Juga: Dokter Tifa Akan Laporkan Hakim Penegurnya di Sidang Kasus Ijazah Jokowi

Kini Suyudi kembali mendapatkan penugasan yang jauh lebih strategis sebagai Kapolri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar