Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Said Didu Bongkar 4 Dugaan di Balik Gebrakan Kapolri Baru yang Ganti Puluhan Jenderal

Said Didu Bongkar 4 Dugaan di Balik Gebrakan Kapolri Baru yang Ganti Puluhan Jenderal Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu mengungkapkan pandangannya terkait langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Polri sehari setelah resmi dilantik.

Perombakan tersebut dilakukan melalui mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira yang terdiri atas 78 Perwira Tinggi (Pati) dan 10 Perwira Menengah (Pamen).

Mutasi itu menyasar sejumlah posisi strategis di Mabes Polri maupun wilayah. Tercatat, sebanyak 14 Pejabat Utama Mabes Polri dan 19 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) mengalami pergantian.

Seluruh posisi Kapolda di Pulau Jawa, mulai dari Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur, juga diganti dengan figur baru.

Menurut Said Didu, setidaknya ada empat dugaan alasan yang melatarbelakangi langkah tegas Suyudi melakukan perombakan besar-besaran setelah menduduki posisi yang sebelumnya dijabat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sejak 1 Oktober 2026.

"Langkah cepat Kapolri mengganti hampir seluruh pejabat ini Kepolosian dapat diartikan: 1) bahwa ada sesuatu yang harus diubah atau kesalahan yang harus diperbaiki," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (5/10).

"2) ada sesuatu peristiwa yang mau diantisipasi, 3) Kepolri mendapatkan kepercayaan langsung dari Presiden @prabowo - bukan lagi lewat penghubung, 4) memotong mata rantai lobby-lobby penempatan jabatan di kepolisian," tandasnya.

Sebagai informasi, mutasi besar-besaran tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Baca Juga: Baru Jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Dipercaya Urusi Laporan Soal Ijazah Gibran

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri.

"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya