Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jusuf Hamka: Odong-Odong Tukang Bohong, Siapa yang Bilang Babah Bohong soal Kasus Wantini?

Jusuf Hamka: Odong-Odong Tukang Bohong, Siapa yang Bilang Babah Bohong soal Kasus Wantini? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perseteruan terbuka terjadi antara dua pengusaha ternama tanah air, Jusuf Hamka alias Babah Alun dan bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.

Hubungan keduanya memanas setelah Hary Tanoe secara resmi melaporkan Jusuf Hamka ke pihak kepolisian menyusul serangkaian pernyataan kontroversial yang disampaikan ke ruang publik dan media sosial.

Laporan hukum tersebut dilayangkan di tengah tekanan pergerakan saham emiten di bawah naungan MNC Group.

Menanggapi langkah hukum tersebut, Jusuf Hamka, yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan pada Jumat (2/10/2026), bereaksi melalui unggahan bernada sindiran di akun media sosialnya.

Dalam unggahannya, pria yang akrab disapa Babah Alun itu melontarkan candaan satire dengan menyebut dirinya bukan lagi Wantimpres, melainkan "Wantini" yang diplesetkan secara jenaka.

"ODONG2 TUKANG BOHONG," tulis Jusuf Hamka, Senin (5/10/2026). "WANTIMPRES DIGRUDUK WANTINI. Siapa yg bilang BABAH bohong soal kasus WANTINI? Hayoo... ODONG2, ternyata harus menahan MALU LAGI," katanya.

Lebih lanjut, pengusaha jalan tol tersebut menyerukan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang merasa terzalimi agar tidak gentar menghadapi tekanan dari kekuatan modal maupun korporasi besar. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan berdiri di jalur keadilan.

"Hayo, teman-teman yg merasa dizolimi, mulai saat ini hrs berani speak up. Jangan takut dan ragu, karena pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo akan adil dan berpihak kpd yg benar. Jangan takut terhadap pengusaha hitam dan zolim!" tegasnya.

Perseteruan terbuka antara dua figur elite bisnis ini kini menjadi sorotan tajam publik, mengingat status baru Jusuf Hamka sebagai pejabat lembaga penasihat resmi kepresidenan serta proses hukum yang berjalan di kepolisian.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat