Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Pertemukan Perusahaan dengan Mitra MICE

IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Pertemukan Perusahaan dengan Mitra MICE Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebutuhan perusahaan terhadap program outing, gathering, team building, hingga perjalanan insentif menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026.

Pameran yang memasuki edisi kedua tersebut resmi dibuka di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dan berlangsung hingga 11 Oktober 2026. IOITE 2026 diselenggarakan Panorama Media dengan mempertemukan pemilik bisnis, HR, procurement, serta tim incentive perusahaan dengan penyedia berbagai program perjalanan dan kegiatan perusahaan.

Penyelenggaraan IOITE 2026 berlangsung di tengah momentum positif industri MICE nasional. Pemerintah tengah mendorong Indonesia menjadi pusat MICE di kawasan ASEAN. Kondisi tersebut didukung pertumbuhan sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebesar 13,14 persen serta sekitar 106 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026.

Di sisi lain, perusahaan semakin selektif dalam mengalokasikan anggaran. Program seperti outing dan incentive trip tetap dibutuhkan karena berkaitan dengan motivasi dan retensi karyawan, tetapi pelaksanaannya dituntut lebih tepat sasaran dan efisien.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan IOITE menempatkan Business Matching sebagai fokus utama. Program ini mempertemukan exhibitor dengan calon pembeli secara lebih terarah sehingga perusahaan dapat berdiskusi langsung dengan penyedia yang sesuai kebutuhan dan anggaran.

Director of Panorama Media Andita Tirtawisata mengatakan perusahaan saat ini tidak hanya mencari vendor, tetapi juga mitra yang memahami kebutuhan dan anggaran program karyawan.

“Karena itu kami menjadikan Business Matching sebagai salah satu fokus utama IOITE. Kami ingin setiap pertemuan di sini berujung pada kerja sama yang nyata, dan pengunjung bisa pulang dengan rencana program karyawan yang konkret untuk tahun depan,” ujar Andita.

Puluhan perusahaan mengikuti IOITE 2026 sebagai exhibitor. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari hotel, resort, venue, destinasi wisata, taman rekreasi, penyedia team building dan experiential learning, hingga agen perjalanan dan penyedia paket wisata.

Sejumlah exhibitor internasional turut hadir, salah satunya Korea Tourism Organization (KTO). KTO memperkenalkan pilihan destinasi dan pengalaman di Korea Selatan untuk kebutuhan incentive travel perusahaan.

Selain KTO, terdapat pula Namsan Toursm dan Hobiholidays sebagai exhibitor internasional.

Kehadiran berbagai penyedia tersebut memungkinkan tim HR dan incentive membandingkan pilihan program, termasuk perjalanan luar negeri, dalam satu rangkaian pameran.

IOITE 2026 juga tidak hanya menyasar kebutuhan korporasi. Sejumlah exhibitor menghadirkan penawaran untuk pengunjung umum, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan penyelenggaraan pameran pada akhir pekan untuk mencari pilihan perjalanan bersama keluarga maupun teman.

Selain mempertemukan penjual dan calon pembeli, IOITE menghadirkan seminar, workshop, networking session, dan sejumlah program pendukung selama empat hari penyelenggaraan.

Salah satu agenda yang ditujukan bagi kalangan HR dan pemimpin perusahaan adalah Corporate & HR Learning Session bersama Coach Haryanto Kandani.

Ketua Umum DPP Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) Gigih Gesang mengatakan cara perusahaan melihat kegiatan outing telah mengalami perubahan.

“Perusahaan sekarang ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk program karyawan memberi dampak, entah pada kerja sama tim, kepemimpinan, maupun budaya kerja. Experiential learning menjawab kebutuhan itu,” katanya.

Menurut dia, forum seperti IOITE memberikan kesempatan bagi HR untuk melihat pilihan program yang memiliki tujuan lebih jelas dan tidak hanya berorientasi pada kegiatan rekreasi.

Ketua Umum DPP Industri Event Indonesia (IVENDO) Irvan Mahidin Sukamto menilai IOITE dapat menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan korporasi dan pelaku industri.

Menurut dia, kegiatan seperti gathering, outing, dan incentive trip melibatkan rantai usaha yang luas, mulai dari venue, hotel, transportasi, katering, hingga pelaku kreatif.

“Ketika permintaan dan penawaran dipertemukan dalam satu platform seperti IOITE, kolaborasi akan tumbuh dan dampaknya terasa bagi industri MICE, pariwisata, hospitality, dan corporate experience di Indonesia,” ujarnya.

General Manager NICE, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Maya Gustiana juga menyambut penyelenggaraan IOITE untuk kedua kalinya di lokasi tersebut.

“Kami bangga NICE PIK 2 dipercaya menjadi rumah bagi IOITE, bersamaan dengan FLEI Business Show dan Café & Brasserie Expo. Pameran seperti ini menunjukkan bahwa industri MICE terus bergerak dan semakin banyak perusahaan yang mencari pengalaman berkualitas untuk karyawannya,” ujar Maya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, IOITE juga menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai official bank partner. BCA menghadirkan sejumlah program promosi transaksi selama pameran.

Selain itu, pengunjung dapat mengenal Ocean by BCA, portal bisnis digital terintegrasi yang menyediakan sekitar 100 solusi bagi pelaku usaha, mulai dari transaksi, pembiayaan, hingga pengelolaan operasional.

IOITE 2026 digelar bersamaan dengan FLEI Business Show serta Café & Brasserie Expo (CBE). Ketiga pameran tersebut berlangsung dalam satu kawasan dan dapat diakses dengan satu tiket.

Akses ke FLEI Business Show dan CBE mulai berlaku pada 9 Oktober 2026, bertepatan dengan pembukaan kedua pameran tersebut. Informasi mengenai IOITE tersedia melalui situs Indonesia Outing Expo dan akun Instagram @indooutingexpo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: