Bukan Gara-gara Sepak Bola, Ini Alasan Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia
Kredit Foto: Instagram/ @timnasindonesia
Seruan boikot terhadap sejumlah produk dan restoran asal Indonesia mendadak ramai di media sosial Malaysia. Daftar tersebut mencakup sejumlah merek kuliner Indonesia yang kini telah membuka gerai di Negeri Jiran.
Isu tersebut muncul ketika hubungan Indonesia dan Malaysia juga tengah menjadi perhatian publik akibat rivalitas kedua negara di sepak bola. Namun, pengunggah seruan boikot justru menyebut aksinya tidak berkaitan dengan pertandingan sepak bola.
Alasan yang disampaikan berkaitan dengan unggahan di media sosial yang disebut menghina Raja Malaysia dan mantan pemimpin negara tersebut. Klaim itu disampaikan oleh akun Threads @mee.zsa yang mengunggah daftar merek Indonesia yang beroperasi di Malaysia.
“Sebenarnya tiada niat ribut dengan orang Indonesia, tapi kenapa mereka menghina Raja kita, mantan pemimpin kita. Selama ini mereka berucap macam-macam kita tetap tolong. Tapi kesabaran orang Malaysia ada batasnya,” tulis pengunggah tersebut.
Unggahan itu kemudian mengajak pengguna media sosial di Malaysia untuk memboikot berbagai produk makanan dan minuman milik perusahaan Indonesia. Pengunggah juga meminta warganet menyebarkan kembali daftar yang dibuatnya.
“Ayo boikot produk Indonesia. Tolong bagikan ulang ya kawan-kawan. Berikut daftar nama franchise serta produk makanan dan minuman (F&B) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia, termasuk kopi, teh, es krim,” tulis akun tersebut.
Baca Juga: Gudang Tak Lagi Muat, Indonesia Siap Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia
Sejumlah merek Indonesia kemudian disebut dalam daftar tersebut. Di antaranya Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, MOMOYO, serta sejumlah gerai kuliner Indonesia lainnya yang telah melakukan ekspansi ke pasar Malaysia.
Pengunggah bahkan mencantumkan informasi mengenai kapan sejumlah merek tersebut mulai beroperasi di Malaysia. Jumlah gerai yang dimiliki masing-masing merek juga ikut disebut dalam unggahan tersebut.
Seruan tersebut dengan cepat menjadi perhatian karena menyasar merek Indonesia yang sudah cukup dikenal masyarakat Malaysia. Namun, penting dicatat bahwa alasan mengenai dugaan penghinaan terhadap Raja Malaysia tersebut merupakan penjelasan dari pengunggah seruan boikot.
Artinya, klaim tersebut tidak serta-merta dapat dianggap sebagai fakta yang telah terverifikasi. Seruan tersebut juga berasal dari akun media sosial, bukan pengumuman resmi pemerintah Malaysia mengenai kebijakan boikot produk Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah mengetahui munculnya seruan tersebut. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Atase Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.
Budi menilai situasi tersebut tidak menunjukkan adanya gangguan serius terhadap hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia. Ia juga menyebut fenomena seruan boikot tersebut kemungkinan hanya berlangsung sementara.
“Ini kan mungkin cuman ya karena sesaat aja,” ujar Budi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Pemerintah Indonesia pun memastikan komunikasi dengan perwakilan RI di Malaysia terus dilakukan untuk memantau situasi. Dengan demikian, isu yang berkembang di media sosial tersebut perlu dibedakan dari kebijakan resmi antarnegara.
Seruan boikot itu muncul dengan alasan yang disampaikan pengunggah terkait isu penghormatan terhadap pemimpin Malaysia, bukan karena persaingan sepak bola seperti yang mungkin muncul dalam asumsi publik. Sementara itu, hubungan perdagangan kedua negara tetap berjalan dan pemerintah Indonesia menyatakan belum melihat persoalan besar dari isu tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama