Kredit Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Kabar bantuan pangan kembali datang untuk masyarakat berpendapatan rendah. Pemerintah menyiapkan 30 kilogram beras sekaligus bagi 33,2 juta penerima manfaat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi periode Oktober, November, dan Desember 2026. Pemerintah menargetkan penyaluran mulai dilakukan pada pekan depan setelah proses persetujuan dan penerbitan surat pelaksanaan rampung.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah menyiapkan satu juta ton beras untuk program tersebut. Penyaluran dalam tiga bulan itu akan diberikan sekaligus dengan total 30 kilogram kepada setiap penerima.
“Atas persetujuan Bapak Presiden, disiapkan satu juta ton beras untuk 33,2 juta penerima pada desil 1 sampai 4. Bantuan untuk Oktober, November, dan Desember diberikan sekaligus, 30 kilogram per penerima. Prosesnya sedang berjalan dan kami berharap pekan depan bantuan mulai dibagikan,” ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Skema tersebut membuat penerima tidak perlu menunggu penyaluran setiap bulan untuk bantuan yang diperuntukkan bagi tiga bulan sekaligus. Namun, bantuan belum mulai disalurkan karena pemerintah masih menyelesaikan tahapan administrasi sebelum distribusi dilakukan.
Zulhas mengatakan masyarakat yang masuk dalam desil 1-4 diminta tetap tenang karena bantuan pangan untuk tiga bulan ke depan telah disetujui. Pemerintah saat ini mempersiapkan proses penyaluran agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kecukupan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga berpendapatan rendah. Beras bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang masuk kelompok penerima manfaat.
Penyaluran bantuan pangan ini sebelumnya juga dilakukan pada periode Juli-September 2026. Di Sulawesi Tenggara, tercatat sebanyak 324.272 penerima bantuan pangan dengan realisasi penyaluran mencapai 97,42 persen.
Khusus di Kota Kendari, jumlah penerima pada periode tersebut mencapai 27.660 orang. Tingkat realisasi penyalurannya tercatat sebesar 97,31 persen.
Dalam penyerahan bantuan pangan secara simbolis di Kota Kendari pada Selasa (6/10), pemerintah juga memberikan bantuan kepada 750 penerima dari delapan kelurahan. Penerima tersebut difokuskan pada warga yang pada periode sebelumnya belum memperoleh bantuan karena kendala pengambilan atau administrasi.
Pada kegiatan tersebut, masing-masing penerima mendapatkan lima kilogram beras premium. Penyerahan simbolis itu menjadi bagian dari rangkaian koordinasi pemerintah dalam memastikan bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan langkah lain untuk menjaga keterjangkauan harga beras. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mendapat tambahan alokasi satu juta ton yang akan berjalan hingga Maret 2027.
Beras SPHP tersebut dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram. Pemerintah menilai kebijakan harga tersebut penting untuk menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama ketika kenaikan harga dalam jumlah kecil sekalipun dapat menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Pemerintah juga menambah alokasi SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026 sebagai langkah untuk menjaga pasokan dan mengantisipasi potensi kemarau kering serta paceklik. Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan masyarakat berpendapatan rendah tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: