Kredit Foto: Dok: YouTube Sekretariat Presiden
Aktivis politik senior yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menilai alasan Rocky Gerung tidak terlalu vokal mengkritik Presiden Prabowo Subianto karena keduanya memiliki kesamaan pandangan ideologis.
Menurut Syahganda, Rocky baru akan bersikap kritis terhadap Prabowo apabila Presiden terbukti terlibat dalam praktik korupsi atau melakukan pengkhianatan terhadap ideologi yang selama ini diyakininya.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahganda dalam siniar Total Politik yang tayang pada Rabu (23/9/2026), sebelum dirinya dilantik sebagai Kepala Bakom RI.
"Saya lihat Rocky kan juga menunggu kalau misalkan Prabowo pada akhirnya terjebak pada korupsi atau terjebak pada pengkhianatan ideologi pasti dia akan nyerang Rocky itu," ujarnya dikutip Jumat (9/10).
Syahganda berpandangan Rocky dan Prabowo berada dalam satu frekuensi ideologis. Ia bahkan menyebut keduanya memiliki kedekatan pemikiran yang berakar pada tradisi Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang didirikan Sutan Sjahrir pada 12 Februari 1948 di Yogyakarta.
Baca Juga: Syahganda Ungkap Alasan Megawati Batal Merapat ke Prabowo, Bukan karena Gibran
"Satu server, itu sama (dalam ideologi). Saya belum lihat ada perbedaan gitu loh. Kalau saya kan juga ya mungkin saya lebih lebih di luar dikit tapi saya juga menghormati pilihan-pilihan sosialistiknya Rocky dan Prabowo," tandasnya.
Sebagai informasi, Rocky Gerung saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: