Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tepat Kenali Keunggulan, Dokter Anak Ingatkan Pentingnya Dukungan Orang Tua

Tepat Kenali Keunggulan, Dokter Anak Ingatkan Pentingnya Dukungan Orang Tua Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kemampuan akademis bukan satu-satunya tolok ukur untuk menilai potensi anak. Setiap anak memiliki keunggulan berbeda yang perlu dikenali dan dikembangkan dengan dukungan orang tua.

Dokter spesialis anak RS Anugerah Pekalongan, dr. Shyrien Amalina, Sp.A., M.Sc., mengatakan kecerdasan anak dapat terlihat dalam berbagai bidang, termasuk seni, musik, dan keterampilan lainnya.

Menurut dia, anak tidak harus unggul dalam mata pelajaran tertentu untuk dianggap memiliki kemampuan.

“Tidak semua anak harus jadi dokter, tidak semua anak harus jago matematika, tidak semua anak harus jago fisika. Karena anak itu yang kita bilang kepintaran itu macam-macam,” ujar Shyrien.

Ia mencontohkan anak yang memiliki kemampuan menggambar atau bermusik. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dihargai dan tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan skor intelligence quotient (IQ).

Untuk mengenali potensi anak, orang tua dapat mengamati kegiatan yang diminati, mendengarkan cerita mereka, serta memberikan kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas.

Dukungan juga diperlukan ketika anak menghadapi kesulitan. Orang tua perlu mendampingi proses belajar tanpa terus-menerus membandingkan kemampuan anak dengan orang lain.

Selain pola pengasuhan, Shyrien menyoroti pentingnya pemenuhan nutrisi dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan fungsi kognitif.

Ia menjelaskan bahwa kerja sistem saraf memerlukan dukungan nutrisi yang memadai. Salah satu zat gizi yang disorot adalah DHA, yang berperan dalam perkembangan otak.

“AHA/DHA mendukung agar anak IQ-nya mencapai titik optimal yang bisa dicapai,” kata Shyrien.

Sementara itu, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, Haruman Rustandi, mengatakan dukungan terhadap anak perlu disesuaikan dengan minat dan kemampuan masing-masing.

“Anak tidak harus menjadi juara dengan cara yang sama. Yang paling berarti adalah ketika orang tua mengenali apa yang disukai dan dikuasai anak, lalu hadir untuk mendukung prosesnya,” ujar Haruman.

Haruman juga menyampaikan bahwa pemenuhan nutrisi perlu menjadi bagian dari perhatian keluarga terhadap kebutuhan anak selama masa pertumbuhan.

Sebagai apresiasi terhadap keberagaman bakat, Champion menghadirkan program Anak Juara Champion (AJC). Program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari akademis, seni, olahraga, hingga kreativitas digital.

Anak-anak terpilih dalam program itu juga akan mendapatkan Beasiswa Anak Juara Champion untuk mendukung pendidikan mereka.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap beragam potensi anak. Namun, pengembangan kemampuan anak tetap membutuhkan peran orang tua dalam memberikan pendampingan, kesempatan belajar, dan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: