Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hanya 32% Anak Indonesia Sarapan Cukup, Orang Tua Diminta Perhatikan Asupan Pagi

Hanya 32% Anak Indonesia Sarapan Cukup, Orang Tua Diminta Perhatikan Asupan Pagi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebiasaan sarapan anak di Indonesia masih menjadi perhatian, seiring rendahnya jumlah anak yang memenuhi kebutuhan asupan pagi secara optimal. Berdasarkan data SEANUTS II (2024), hanya 32% anak Indonesia usia 2–12 tahun yang mengonsumsi sarapan dalam jumlah memadai.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perhatian orang tua terhadap kualitas sarapan anak, bukan hanya dari sisi kenyang, tetapi juga pemenuhan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas harian serta tumbuh kembang.

Selain itu, Survei Diet Total Kementerian Kesehatan RI (2020) mencatat sebanyak 47,7% anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan, sementara 66,8% anak masih mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi yang rendah.

Rendahnya kualitas sarapan dapat berdampak pada kesiapan anak menjalani aktivitas, mulai dari kemampuan berkonsentrasi saat belajar, tingkat energi untuk bermain, hingga dukungan terhadap proses pertumbuhan.

Untuk itu, Simba Sereal, bagian dari Combiphar Group, menghadirkan kampanye “Sereal Super untuk Anak Super” melalui rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada 11–12 Juli 2026 di Summarecon Mall Bandung. 

Kampanye ini mengajak para ibu Indonesia untuk semakin memahami pentingnya memilih sarapan bernutrisi sebagai langkah awal dalam mendukung anak menjalani hari dengan lebih optimal.

Melalui kampanye ini, Simba ingin mengajak para ibu melihat sarapan bukan hanya sebagai rutinitas pagi untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi juga sebagai bagian penting dalam memberikan energi dan nutrisi yang mendukung aktivitas serta tumbuh kembang anak.

Senior General Manager Marketing Health & Wellness Combiphar, Felicia Stefanie, menjelaskan bahwa kampanye “Sereal Super untuk Anak Super” berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikan masing-masing yang perlu didukung sejak dini. 

“Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak para ibu Indonesia untuk memberikan dukungan terbaik sejak pagi hari, salah satunya melalui pilihan sarapan yang lezat, bernutrisi, dan dapat membantu anak menjalani aktivitasnya dengan lebih optimal,” ujar Felicia Stefanie. 

Baca Juga: Benarkah Raffi Ahmad Minta Mbak Lala yang Pintar Urus Gizi Rafatar dan Cipung Jadi Wakil Kepala BGN?

Baca Juga: BGN: Penyaluran Makan Bergizi Gratis Bakal Distop Selama Libur Sekolah

Melalui kampanye “Sereal Super untuk Anak Super”, Simba Sereal ingin mengubah persepsi bahwa memilih sereal bukan hanya sekadar memberikan makanan praktis di pagi hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya ibu dalam mendukung kebutuhan energi dan nutrisi anak. 

Dengan sarapan yang tepat, anak dapat memulai hari dengan lebih siap untuk belajar, aktif beraktivitas, dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Dokter spesialis anak, Ahmad Hafidz, menyebutkan kebiasaan sarapan yang baik perlu dibangun sejak dini karena dapat mendukung kesiapan anak dalam menjalani aktivitas harian. 

“Bagi anak, sarapan merupakan salah satu kesempatan untuk mendapatkan asupan energi sebelum memulai berbagai aktivitas. Kebiasaan sarapan yang baik dapat membantu anak lebih siap belajar, aktif bergerak, serta mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” ujar Ahmad Hafidz.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: