Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perang Bisnis AI Makin Ketat, AREA31 Gandeng Perusahaan Eropa Luncurkan AiPintar

Perang Bisnis AI Makin Ketat, AREA31 Gandeng Perusahaan Eropa Luncurkan AiPintar Kredit Foto: AREA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) melalui AREA31 menggandeng perusahaan teknologi asal Eropa, CloudSigma, untuk meluncurkan AiPintar, layanan Sovereign AI and Cloud Services yang menyasar perusahaan swasta, lembaga pemerintah, dan badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia.

Dalam kolaborasi tersebut, AREA31 berinvestasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pusat data di Indonesia, sedangkan CloudSigma menyediakan platform teknologi AI dan cloud. Kombinasi keduanya dirancang untuk memungkinkan organisasi menjalankan beban kerja AI dan menyimpan data di infrastruktur lokal dengan kontrol lebih besar terhadap keamanan, akses, serta tata kelola teknologi.

Peluncuran AiPintar menyasar kebutuhan organisasi yang ingin mengembangkan AI untuk operasional bisnis, tetapi tetap memerlukan kendali atas lokasi penyimpanan data dan infrastruktur teknologi. Kebutuhan tersebut mencakup data residency dan data sovereignty, yakni pengaturan lokasi penyimpanan data serta kendali atas data berdasarkan ketentuan dan yurisdiksi yang berlaku.

CEO sekaligus Founder AREA31 Michael Alifen mengatakan adopsi AI menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya saing dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

“Melalui AiPintar, kami ingin memberikan pilihan bagi perusahaan Indonesia untuk mengadopsi AI dengan tetap memiliki kontrol terhadap data, infrastruktur, dan tata kelola teknologi mereka,” ujar Michael.

AiPintar dikembangkan untuk menjawab tantangan perusahaan dalam membawa penggunaan AI dari tahap uji coba atau proof of concept (PoC) menuju implementasi produksi.

Sejumlah tantangan yang dihadapi organisasi antara lain data yang tersebar di berbagai sistem, kompleksitas integrasi teknologi, kebutuhan keamanan, serta pengendalian penggunaan dan biaya AI.

Layanan ini menggabungkan empat lapisan teknologi, yakni pengelolaan dan tata kelola AI, platform data dan AI, aplikasi AI dan alur kerja berbasis agen (agentic workflow), serta infrastruktur AI dan cloud berdaulat.

Pada lapisan pengelolaan AI, AiPintar menyediakan fitur untuk mengatur akses ke berbagai model AI, memantau penggunaan token, mengendalikan anggaran, mengelola kebijakan, mengatur pemilihan model, dan mendukung audit penggunaan.

Sementara itu, platform data dan AI dirancang untuk menghubungkan data terstruktur maupun tidak terstruktur agar dapat digunakan sebagai fondasi pengembangan aplikasi dan beban kerja AI perusahaan.

AiPintar juga menyediakan kapabilitas untuk membangun serta mengintegrasikan aplikasi AI, asisten virtual, dan alur kerja berbasis agen dengan sistem yang telah digunakan perusahaan.

Melalui integrasi tersebut, organisasi dapat mengelola kebutuhan AI mulai dari infrastruktur, data, akses model, tata kelola, hingga aplikasi dalam satu ekosistem.

Salah satu aspek utama AiPintar adalah penggunaan infrastruktur AI dan cloud yang ditempatkan di pusat data AREA31 di Indonesia.

Infrastruktur tersebut mencakup komputasi (compute), penyimpanan (storage), jaringan (networking), serta perangkat pendukung lainnya. Di atas infrastruktur lokal itu, CloudSigma menyediakan platform teknologi yang digunakan untuk menjalankan layanan AiPintar.

Co-founder sekaligus CTO CloudSigma Robert Jenkin mengatakan kolaborasi tersebut menggabungkan platform teknologi perusahaannya dengan infrastruktur lokal AREA31.

“Dengan menggabungkan platform teknologi CloudSigma dengan infrastruktur lokal AREA31, kami ingin mendukung organisasi Indonesia dalam mengadopsi AI dengan fleksibilitas, kontrol, dan tata kelola yang mereka butuhkan,” ujar Robert.

Kombinasi tersebut menjadi dasar penawaran layanan Sovereign AI and Cloud, terutama bagi organisasi yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap lokasi data, akses infrastruktur, penggunaan model AI, dan tata kelola teknologi.

Baca Juga: Meutya Tegaskan Indonesia Bukan Mau Perlambat AI Tapi Dorong Safety by Design

Baca Juga: SpaceX Siapkan US$40 Miliar untuk Beli Chip AI Nvidia

Baca Juga: Aturan AI Bakal Beda Tiap Sektor, Pemerintah Siapkan Panduan Khusus

AiPintar ditujukan bagi perusahaan swasta, lembaga pemerintah, BUMN, serta organisasi lain yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap keamanan data, tata kelola, dan kendali infrastruktur.

Melalui layanan ini, AREA31 dan CloudSigma menargetkan organisasi dapat mengembangkan serta menjalankan AI pada skala produksi dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperluas penawaran AREA31 dari sisi penyediaan infrastruktur lokal dengan dukungan platform AI dan cloud dari mitra teknologi.

Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan nilai investasi infrastruktur AiPintar, target pelanggan, maupun proyeksi pendapatan dari layanan baru tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri