Kredit Foto: Istimewa
Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menyoroti tren peningkatan utang pemerintah dari waktu ke waktu. Hingga akhir September 2026, pemerintah tercatat telah menarik pembiayaan utang sebesar Rp494,3 triliun.
Menurut Arif, nilai utang tersebut berpotensi terus meningkat apabila pemerintah tidak memperbaiki tata kelola anggaran, terutama dalam menjalankan program-program prioritas.
Ia secara khusus menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut memiliki anggaran sekitar Rp1,2 triliun per hari. Program tersebut belakangan juga menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan ribu siswa.
"Utang tambah terus, bakal membesar, kalau penggunaan anggaran tetap ugal-ugalan seperti sekarang dimana tiga terbesar penggunaannya sangat tidak produktif. MBG hanya menambah beban ekonomi dan kesehatan masyarakat saja," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Sabtu (10/10).
Sebelumnya, Kementerian Keuangan melaporkan pemerintah telah menarik pembiayaan utang sebesar Rp494,3 triliun hingga akhir September 2026. Realisasi tersebut setara dengan 59,4 persen dari target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun.
Baca Juga: Kadin Nilai MBG Buka Peluang Usaha di Sektor Pangan dan Pertanian
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan realisasi pembiayaan utang tersebut masih berjalan sesuai rencana (on track) dan dikelola secara hati-hati untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar keuangan global.
“Pembiayaan utang terjaga on track,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: