- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Sinergi BUMD: Pemprov DKI Targetkan Seluruh Armada TransJakarta Berbasis Listrik pada 2029
Kredit Foto: Pemprov DKI Jakarta
PT Transportasi Jakarta (TJ) bersama Bank Jakarta dan Jamkrida menyepakati fasilitas pembiayaan untuk program elektrifikasi armada TransJakarta senilai kurang lebih Rp5,07 triliun.
Kesepahaman tersebut ditandatangani pada acara Penandatanganan Kerja Sama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perangkat Daerah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).
Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyampaikan bahwa pembiayaan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi armada secara bertahap.
"Pada hari ini juga akan dilaksanakan penandatanganan kesepahaman antara PT Transportasi Jakarta dengan Bank Jakarta dan Jamkrida mengenai fasilitas pembiayaan program elektrifikasi armada Transjakarta senilai kurang lebih Rp5,07 triliun," ujar Syaefuloh.
Syaefuloh menjelaskan, program elektrifikasi tersebut mencakup armada bus dan mikrotrans yang beroperasi.
"Program ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan elektrifikasi armada bus dan mikrotrans seluruhnya sebanyak 3.782 unit yang akan dilaksanakan dalam waktu tiga tahun ke depan," katanya.
Syaefuloh berharap program ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kerja sama ini jangan berhenti di atas kertas, mari wujudkan manfaat untuk warga Jakarta," jelasnya.
Baca Juga: Pramono Ungkap Alasan Kebijakan Sekolah Integrasi di Jakarta: Lahan Mahal
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pembiayaan elektrifikasi TransJakarta menjadi kerja sama dengan nilai terbesar pada agenda sinergi kali ini. Program tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2029.
"Karena memang diharapkan di tahun 2029 seluruh bus kita itu sudah menggunakan bus elektrik,” ungkap Pramono.
Pramono menambahkan, ke depan, transportasi publik Jakarta hanya akan menggunakan energi ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menekan tingkat polusi udara secara signifikan di ibu kota.
"Dan Jakarta hanya untuk transportasinya nantinya hanya ada bus elektrik, hidrogen, atau hybrid," tutup Pramono.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah