Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai rotasi besar-besaran sejumlah pejabat strategis di tubuh Polri sebagai langkah awal Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam membentuk tim kerja yang solid guna membenahi institusi kepolisian.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, mengatakan pembentukan tim yang kuat sangat krusial mengingat Kapolri baru dihadapkan pada tumpukan agenda perbaikan yang kompleks.
Agenda tersebut mencakup pembenahan tata kelola, restrukturisasi organisasi, hingga perubahan budaya kerja kepolisian.
Gerak cepat Suyudi yang menerbitkan surat telegram mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan menengah, termasuk 19 kapolda, tepat sehari setelah pelantikannya dinilai sebagai respons sigap atas harapan Presiden Prabowo Subianto.
Said juga menyoroti bahwa rotasi ini sekaligus membuka ruang strategis bagi para perwira muda berprestasi untuk menduduki jabatan penting.
"Artinya, rising star-nya Jenderal Suyudi juga ikut mengorbitkan bintang-bintang muda lainnya di jajaran kepolisian," ujarnya.
Meski mengapresiasi langkah penyegaran tersebut, Said mengingatkan bahwa perombakan formasi pejabat belum cukup. Pembenahan institusi Polri harus diwujudkan secara nyata melalui perbaikan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pesan ini sejalan dengan komitmen Jenderal Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, di mana ia secara spesifik menekankan pentingnya kepastian penanganan perkara, penguatan integritas penyidik, serta keterbukaan informasi kepada pelapor demi menjamin perlindungan hukum yang maksimal.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat