Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prasetiya Mulya dan UGM Buka Program Gelar Ganda Informatika Industri

Prasetiya Mulya dan UGM Buka Program Gelar Ganda Informatika Industri Kredit Foto: UGM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka program International Joint Degreekonsentrasi Industrial Informatics untuk jenjang sarjana yang menggabungkan teknologi informasi, kecerdasan artifisial (AI), dan bisnis. Program empat tahun ini dirancang untuk menyiapkan lulusan yang menguasai kompetensi teknis sekaligus memahami kebutuhan industri.

Perkuliahan perdana dijadwalkan mulai Agustus 2027. Mahasiswa akan mengikuti pembelajaran di kedua perguruan tinggi melalui skema 1-2-1, yakni satu tahun pertama di Kampus Universitas Prasetiya Mulya, BSD City, dua tahun berikutnya di UGM, Yogyakarta, dan satu tahun terakhir kembali ke Universitas Prasetiya Mulya.

Program yang diselenggarakan School of STEM Universitas Prasetiya Mulya bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM tersebut memiliki total 144 satuan kredit semester (SKS).

Melalui skema ini, mahasiswa akan memperoleh dua ijazah dan dua transkrip akademik dari masing-masing perguruan tinggi setelah menyelesaikan pendidikan. Lulusan berhak memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) atau Bachelor of Computer Science (B.C.S.).

Dekan Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya Permata Nur mengatakan, program tersebut menggabungkan penguasaan teknologi dengan pendekatan bisnis untuk menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"School of STEM Universitas Prasetiya Mulya mengedepankan kekuatan stempreneurship (bisnis yang digerakkan oleh STEM). Pendekatan ini kami rancang untuk mencetak lulusan dengan DNA bisnis yang kuat, sekaligus memiliki penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan FMIPA UGM memperkaya dimensi akademik dan riset dalam ekosistem pembelajaran kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Kurikulum program ini dirancang selama empat tahun dengan pembagian materi yang menghubungkan fondasi bisnis, rekayasa perangkat lunak, ilmu komputer, AI, dan sistem siber-fisik.

Pada tahun pertama, mahasiswa mempelajari dasar-dasar rekayasa perangkat lunak dan bisnis. Selanjutnya, selama dua tahun di UGM, mahasiswa mendalami ilmu komputer, kecerdasan artifisial, dan sistem siber-fisik.

Pada tahun keempat, mahasiswa kembali ke Universitas Prasetiya Mulya untuk mengikuti program Cooperative Education (Co-Op) di perusahaan mitra sekaligus menyelesaikan tugas akhir. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung sebelum lulus.

Kurikulum mengacu pada standar internasional Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK) dan Association for Computing Machinery Computer Science Curricula 2023 (ACM CS2023).

Selain rekayasa perangkat lunak, pembelajaran mengintegrasikan teknologi informasi (information technology/IT) dan teknologi operasional (operational technology/OT). Mahasiswa juga dapat mendalami bidang Industrial AI dan Data Engineering serta menjalani Co-Op penuh waktu di perusahaan manufaktur maupun teknologi.

Dekan FMIPA UGM Prof. Reza Pulungan mengatakan, kolaborasi tersebut bertujuan mempertemukan kekuatan riset akademik dengan pendekatan industri dalam proses pembelajaran.

"Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dengan tantangan masa depan. Dengan menggabungkan kekuatan riset FMIPA UGM dan pendekatan industri yang dimiliki Universitas Prasetiya Mulya, kami berharap mahasiswa memperoleh kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi peneliti, inovator, maupun profesional yang mampu menciptakan dampak bagi perkembangan sains, teknologi, dan industri," katanya.

Lulusan program Industrial Informatics diproyeksikan dapat mengisi sejumlah posisi profesional, antara lain Industrial Software Engineer, Industrial Data Specialist, Cyberphysical & Infrastructure Engineer, dan Digital Technopreneur.

Baca Juga: Maraknya Fenomena Downgrading, Pakar UGM: Sinyal Tanda Bahaya

Baca Juga: JIEP Gandeng UNPAR Dorong Kolaborasi Riset, Pendidikan, dan Pengembangan SDM

Selain memasuki dunia kerja, lulusan juga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor.

Penggabungan pendidikan teknologi dan pengalaman industri menjadi salah satu karakteristik utama program ini. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran dari dua perguruan tinggi, tetapi juga berkesempatan menerapkan kompetensi melalui pengalaman kerja di perusahaan mitra.

Kerja sama Universitas Prasetiya Mulya dan UGM tersebut telah ditandatangani di Kampus UGM, Yogyakarta, pada 11 Desember 2025. Penerimaan mahasiswa baru program ini dikelola oleh kedua perguruan tinggi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri