Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekspansi ke Rumah Subsidi, Anak Usaha REAL Gandeng Riscon Group dan Terima Porsi 57% Laba

Ekspansi ke Rumah Subsidi, Anak Usaha REAL Gandeng Riscon Group dan Terima Porsi 57% Laba Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) memperluas bisnis perumahan melalui kerja sama dengan Riscon Group untuk mengembangkan kawasan hunian di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Melalui entitas anak terkendalinya, PT Repower Global Sinergitama (RGST), REAL menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Ardias Bayu Pratama atau Riscon Group pada Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kedua pihak membentuk KSO RGST-RISCON GROUP untuk membangun dan mengembangkan kawasan perumahan Grand Riscon Darmaga di Leuwiliang. Proyek tersebut mencakup hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta unit komersial.

Dalam skema pembagian laba bersih proyek, RGST memperoleh porsi 57%, sedangkan Riscon Group mendapatkan 43%. Perjanjian berlaku selama dua tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Manajemen REAL menilai kerja sama ini berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian perseroan. Pengembangan unit komersial juga diharapkan menambah sumber nilai di luar penjualan hunian MBR.

Ekspansi REAL berlangsung di tengah rencana pemerintah memperluas batas penghasilan penerima rumah subsidi hingga Rp17 juta per bulan. Kebijakan tersebut diharapkan membuka akses kepemilikan rumah bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya belum memenuhi kriteria subsidi, tetapi belum mampu menjangkau rumah komersial.

Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Ari Tri Pitoyono, menilai perluasan kriteria tersebut berpotensi meningkatkan permintaan, terutama dari kalangan milenial. Menurut dia, kebijakan itu juga membuka peluang pemasaran rumah dengan harga Rp300 juta hingga Rp600 juta kepada kelompok pembeli baru.

Sementara itu, Real Estat Indonesia (REI) memperkirakan kebijakan tersebut dapat meningkatkan penjualan rumah subsidi sebesar 30%–40%.

Potensi pasarnya juga terlihat dari penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga 28 September 2026, penyaluran FLPP mencapai 160.070 unit atau 45,73% dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit.

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah potensial bagi pengembangan rumah subsidi. Per Juli 2026, provinsi tersebut mencatat realisasi FLPP sebanyak 25.669 unit atau 22,56% dari total nasional.

Melalui proyek Grand Riscon Darmaga, REAL memperluas portofolio bisnisnya ke segmen hunian MBR sekaligus menyediakan unit komersial. Prospek pengembangan selanjutnya akan bergantung pada realisasi proyek dan perkembangan permintaan pasar perumahan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat