Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Proyek Embung Kebagusan Telan Biaya Rp250 Miliar, Pramono: Demi Tekan Banjir Jakarta

Proyek Embung Kebagusan Telan Biaya Rp250 Miliar, Pramono: Demi Tekan Banjir Jakarta Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, meninjau proyek strategis Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (13/10/2026). Ia mengungkapkan, besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan satu infrastruktur tersebut mencapai Rp250 miliar lebih.

"Jadi, kurang lebih di tempat ini untuk satu embung itu kurang lebih Rp200 miliar untuk pembebasan lahan, Rp50 miliar lebih sedikit untuk pembangunan fisik apa, embungnya, fisiknya. Sehingga, dengan demikian, itulah angka yang diperlukan," ujar Pramono di lokasi.

Diketahui, proyek embung tersebut berdiri di atas lahan sekitar dua hektare. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu menekan air banjir di Jakarta hingga delapan persen.

Baca Juga: Pramono Minta Bentrokan Satpol PP vs Pekerja Proyek di Bulungan Diselesaikan Lewat Musyawarah

Nantinya, Embung Kebagusan berfungsi mengurangi debit air yang mengalir melalui sistem Saluran Penghubung (Phb) Joe, khususnya aliran dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan DAS Krukut yang kerap memicu genangan di wilayah Jakarta Selatan.

"Dari hitungan secara teoretis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen," jelas Pramono.

Selain sebagai infrastruktur pengendali banjir, Embung Kebagusan juga disiapkan untuk memiliki fungsi ganda sebagai sumber air baku. Pemprov DKI berencana mengoptimalkan pemanfaatan air embung untuk kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk warga apartemen di sekitar lokasi, melalui kolaborasi antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyampaikan bahwa pembangunan embung dan waduk tidak hanya dilakukan di Jakarta Selatan. Pihaknya menargetkan tiga embung dan waduk baru akan beroperasi pada Februari 2027.

“Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi. Tadi disampaikan Pak Gubernur ada dua lokasi plus satu izin di Jakarta Barat juga. Jadi, di Jakarta Timur ada dua sudah selesai dan di Jakarta Barat ada satu sudah selesai di tahun anggaran 2026,” tutup Ika.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah