Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Pemerintah menargetkan pembukaan rekening bagi sekitar 25,1 juta penduduk dengan memprioritaskan kelompok desil 1–4. Program tersebut diharapkan mulai berjalan pada 2026.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajad Hari Wibowo, mengatakan pemerintah masih menyiapkan instrumen dan mekanisme pelaksanaan program tersebut, termasuk pembahasan mengenai perangkat yang akan digunakan masyarakat.
“Dari pemerintah itu yang sudah kita siapkan kan pembukaan rekening ya, 50 ribu itu, bagaimana instrumennya, mekanismenya, alatnya itu nanti akan kita siapkan lagi,” kata Drajad di acara Indonesia Shariah Economic Festival, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa sasaran awal program difokuskan pada penduduk kelompok desil 1–4. Pemerintah menargetkan sekitar 25,1 juta penduduk untuk pembukaan rekening.
“Prioritas sekarang desil-1 sama desil-4. Sekitar 25,1 juta penduduk kita yang kita akan targetkan untuk dibukaan rekening,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Alasan Purbaya 'Tak Percaya' Data Desil
Baca Juga: Disorot Media Asing Usai Putusan MK, PSI: Gibran Kandidat Potensial
Pemerintah berharap program tersebut dapat segera dijalankan mengingat persiapannya ditargetkan berlangsung pada tahun ini. Namun, sejumlah detail teknis masih perlu diselesaikan sebelum pelaksanaan.
Ferry menambahkan, pemerintah masih mematangkan skema pelaksanaan program pembukaan rekening bagi kelompok prioritas. Adapun kepastian mengenai dukungan perangkat dan mekanisme penyalurannya masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra