Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Peringatan PSI: Kalau Gibran Dibiarkan Lengser, Prabowo Harus Siap Dicongkel dari Kursi Presiden

Peringatan PSI: Kalau Gibran Dibiarkan Lengser, Prabowo Harus Siap Dicongkel dari Kursi Presiden Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus diserang wacana pemakzulan (impeachment) terhadapnya hingga memantik peringatan keras dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka memperingatkan bahwa hal itu bisa berdampak ke Presiden Prabowo Subianto.

Kader Partai Solidaritas Indonesia, Dedy Nur Palakka melontarkan analisis politik yang menohok dengan menyebut bahwa jika skenario pelengseran terhadap politikus muda itu benar-benar terjadi dan mendapat lampu hijau, maka posisi presiden dipastikan berada dalam ancaman besar untuk ikut digulingkan.

Baca Juga: Eks Ketua MPR: Prabowo Harus Segera Lobi Jokowi Agar Menarik Gibran dari Kursi Wapres

Baginya, membiarkan proses politik tersebut bergulir bukan sekadar ancaman bagi wapres saat ini secara individu, melainkan sebuah bunuh diri politik bagi koalisi pemerintahan secara keseluruhan.

Jika Prabowo membiarkan wakilnya yang lahir dari rahim mandat rakyat yang sama dijatuhkan di tengah jalan, hal itu akan menciptakan preseden buruk dan efek domino yang mematikan.

“Itu dia. Kalau Prabowo Subianto mau, artinya beliau sedang mengizinkan dirinya dicongkel dari jabatan presiden,” kata Dedy, dikutip Rabu (14/10/2026).

Logika politik yang dibangun oleh pihaknya sangat jelas. Pemilihan Presiden 2024 dimenangkan oleh pasangan dan kesatuan dari Prabowo-Gibran.

Menggoyahkan salah satu pilar pemerintahan sama artinya dengan meruntuhkan fondasi legitimasi kabinet itu sendiri. Jika kekuatan oposisi dan elite berhasil menembus pertahanan konstitusional untuk melengserkan sosok itu, maka membidik target utama yakni presiden hanyalah masalah waktu.

Dedy menegaskan bahwa segala bentuk manuver untuk mencongkel wapres tidak boleh dianggap remeh oleh Istana.

Kejatuhan Gibran dipastikan akan memicu krisis legitimasi yang luar biasa hebat, yang pada akhirnya akan memaksa presiden berhadapan langsung dengan hantu pemakzulan serupa.

Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie membeberkan dua celah utama yang bisa dipakai oleh anggota dewan untuk menggulingkan Gibran.

Pertama, dugaan perbuatan tercela yang selama ini santer dikaitkan dengan jejak digital akun anonim dari Fufufafa. Kedua, adanya perdebatan hukum mengenai bukti baru terkait pemenuhan persyaratan administrasi pencalonan Gibran.

Baca Juga: Jerit Hati Suku Balik Kalimantan: IKN Gagasan Jokowi Bakal Jadi Sumber Petaka Baru

“Kalau mau, pemakzulan Gibran bisa diproses,” kata Jimly.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar