Trump Tuduh Houthi Sengaja Picu Kenaikan Harga Minyak Jelang Pemilu AS
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh kelompok Houthi di Yaman sengaja meningkatkan serangan terhadap infrastruktur Arab Saudi untuk mendorong kenaikan harga minyak dunia menjelang pemilihan umum sela AS pada November 2026.
Dilansir Al Jazeera, Selasa (13/10/2026), Trump menyampaikan tuduhan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social. Ia menilai Houthi kembali melancarkan serangan setelah lama tidak aktif, kemungkinan atas dorongan Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa AS berpotensi meningkatkan operasi militer di Timur Tengah setelah pemilu sela November mendatang. Ia menegaskan tidak akan melupakan serangan Houthi terhadap Arab Saudi.
“Mereka sengaja berusaha menaikkan harga minyak, kemungkinan menjelang pemilu AS,” tulis Trump dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut muncul ketika kenaikan harga energi dan biaya hidup menjadi persoalan penting bagi masyarakat AS menjelang pemilu sela. Pemungutan suara pada 3 November 2026 akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan mayoritas di DPR dan Senat.
Baca Juga: Militer Yaman Klaim 1.200 Personel Houthi Dinetralisir dalam Operasi Fajar Yaman
Partai Demokrat berharap ketidakpuasan masyarakat terhadap perang dengan Iran dan meningkatnya biaya hidup dapat meningkatkan peluang mereka merebut kendali di salah satu atau kedua kamar Kongres.
Trump sebelumnya memerintahkan operasi militer bersama Israel terhadap Iran pada Februari 2026. Konflik tersebut turut mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan biaya hidup di AS.
Di sisi lain, Trump menepis hasil jajak pendapat yang menunjukkan rendahnya dukungan terhadap perang. Ia justru menunjuk besarnya jumlah pendukung yang menghadiri rapat umum politik sebagai bukti popularitasnya.
Trump juga mengingatkan Houthi bahwa dirinya masih akan berada di pemerintahan setelah pemilu sela. Pernyataan tersebut mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer lanjutan terhadap kelompok tersebut setelah pemungutan suara November mendatang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: