Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BSU 2026 Rp900 Ribu Belum Bisa Dicek? Ini Penjelasan Terbaru Kemnaker

BSU 2026 Rp900 Ribu Belum Bisa Dicek? Ini Penjelasan Terbaru Kemnaker Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 senilai Rp900.000 direncanakan menyasar 13,3 juta pekerja pada kuartal IV atau periode Oktober–Desember 2026. Namun, hingga Kamis (15/10/2026), pekerja masih harus menunggu kepastian jadwal pencairan dan mekanisme pengecekan penerima dari pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa BSU akan diberikan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan. Bantuan tersebut direncanakan dibayarkan sekaligus dengan total Rp900.000 bagi setiap pekerja yang memenuhi persyaratan.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran program ini mencapai hampir Rp12 triliun. Meski rencana penyaluran telah disampaikan, ketentuan teknis mengenai kriteria penerima dan jadwal pencairan masih menunggu pengumuman resmi.

Pekerja dapat memantau informasi mengenai BSU melalui situs resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di https://bsu.kemnaker.go.id/.

Namun, Kemnaker menginformasikan pada 13 Oktober 2026 bahwa laman BSU belum dapat diakses. Dengan demikian, pekerja belum bisa memastikan status penerimaan BSU 2026 melalui layanan tersebut. 

Baca Juga: Kasus Judi Online di Kompleks TNI AD Cijantung, Letkol A Tak Tahu Rumah Dinasnya Jadi Markas

Sambil menunggu pembaruan sistem, pekerja dapat memahami mekanisme pengecekan berdasarkan program sebelumnya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka situs https://bsu.kemnaker.go.id/.

  2. Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP jika kolom pengecekan tersedia.

  3. Isi kode keamanan atau captcha sesuai petunjuk.

  4. Klik tombol “Cek Status”.

  5. Periksa informasi status yang ditampilkan sistem.

Langkah tersebut merujuk pada mekanisme sebelumnya dan belum menjamin tersedianya pengecekan untuk program BSU 2026.

Pekerja diimbau berhati-hati terhadap tautan yang mengatasnamakan BSU 2026, terutama jika menjanjikan pencairan langsung atau meminta biaya administrasi, PIN, dan kode OTP.

Pastikan informasi mengenai persyaratan, jadwal pencairan, dan status penerima diperoleh melalui kanal resmi pemerintah. Pekerja juga perlu menunggu pengumuman lebih lanjut sebelum menyimpulkan bahwa dirinya terdaftar sebagai penerima BSU 2026.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti